Gen Alpha Pelajari Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan
LEMBANG. Mengenalkan pertanian kepada anak-anak sedari dini menjadi salah
satu langkah penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap pertanian. Hal inilah
yang dilakukan melalui kunjungan 102 orang siswa-siswi kelas 3 Madrasah
Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Furqon Kabupaten Bandung Barat ke Balai Besar
Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (17/9/2026).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa masa depan
pertanian Indonesia sangat bergantung pada lahirnya generasi muda yang berani
terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan inovasi dan teknologi modern.
“Regenerasi petani tidak cukup hanya mengajak anak muda turun ke sawah,
tetapi harus dibarengi dengan perubahan cara pandang bahwa pertanian merupakan
sektor bisnis modern,” tutur Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian
(BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu
pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan. Pasalnya, mayoritas petani
Indonesia saat ini berusia lanjut dan sebagian besar memiliki tingkat
pendidikan yang relatif rendah.
“Karena saat ini yang kita hadapi adalah isu regenerasi petani. Petani
itu tua-tua katanya, pendidikannya sebagian besar rendah. Karena itu kita
berharap anak-anak muda yang punya pendidikan lebih baik mau menjadi petani
milenial,” ujarnya.
Rombongan generasi muda yang kelak diharapkan menekuni dunia pertanian,
diterima oleh manajemen BBPP Lembang. Selanjutnya siswa-siswi beranjak ke
Inkubator Agribisnis BBPP Lembang seluas 2,5 hektar.
Widyaiswara didampingi petugas dan mahasiswa yang sedang PKL di BBPP
Lembang mengenalkan berbagai komoditas hortikultura seperti tanaman hias kaktus
dan sukulen, sayuran daun, dan tanaman buah anggur dan melon yang dibudidayakan
secara konvensional maupun hidroponik sistem irigasi tetes.
Selain itu, gen alpha ini juga diajak mengenal teknologi pengolahan hasil
pertanian menjadi es krim jagung, jenis cemilan yang sangat digandrungi
anak-anak karena sehat dan menyegarkan.
Beberapa perwakilan siswa diajak praktik langsung membuat es krim jagung,
mencampurkan bahan-bahan olahan es krim diantaranya jagung manis yang sudah
dipipil, telur, susu murni, dan kental manis. Selanjutnya memasukkan adonan es
krim yang sudah jadi ke dalam kemasan es krim.
Rombongan juga diajak mengenal pertanian modern melalui alat mesin
pertanian seperti traktor roda 4 dan cultivator di bengkel latih. Mereka juga
berkesempatan menaiki traktor.
Bagi generasi alpha yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital,
pengalaman belajar pertanian secara langsung menjadi kesempatan untuk memahami
bahwa pangan yang mereka konsumsi setiap hari tidak hadir begitu saja,
melainkan melalui proses panjang yang melibatkan ilmu pengetahuan, teknologi,
kerja keras, dan kepedulian terhadap lingkungan.