Kementan Tawarkan Solusi Tingkatkan Motorik bagi Para Rehabilitan dengan Tekuni Sektor Pertanian
Lembang — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerjasama dengan PT. Trisarana Adyatama Mitra, menyelenggarakan Magang Budidaya Tanaman Sayuran dan Olahan Hasil Pertanian bagi 4 orang instruktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan selama 5 hari, 28 September – 2 Oktober 2026.
Menteri Pertanian, Andi Amran
Sulaiman, menyampaikan pentingnya kualitas SDM pertanian. “Pembangunan
pertanian yang maju dan modern tidak akan terwujud tanpa SDM pertanian yang
kompeten dan berdaya saing. SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan
pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten.”
Sejalan dengan pernyataan Mentan,
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti,
menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM selaras dengan program pemerintah
dalam meningkatkan kemampuan aparatur negara.
“Kami ingin meningkatkan
kemampuan SDM untuk mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan
berdaya saing,” ujarnya.
Selama magang, peserta memperoleh
teori dan praktik dari widyaiswara BBPP Lembang tentang budidaya tanaman
sayuran dalam polybag, perbanyakan tanaman hias, pascapanen sayuran, budidaya
tanaman memanfaatkan teknologi hidroponik, dan pengolahan hasil pertanian.
Pada materi budidaya sayuran
secara konvensional, mereka diberi pemahaman proses budidaya mulai dari
persiapan media tanam, pemilihan bibit tanaman yang baik, persemaian penanaman,
hingga pemeliharaan tanaman baik pemupukan susulan, pewiwilan, dan pengendalian
hama dan penyakit.
Sementara itu, pada sesi materi
budidaya tanaman hias, dengan tekun peserta praktik perbanyakan sukulen,
kaktus, dan anggrek dengan media tanam hydrogel dan campuran pupuk kandang ayam
dan pasir.
Instruktur untuk studio pertanian
dan tata boga RSJ Jawa Barat ini juga mempelajari pascapanen sayuran dan praktik
mengemas sayuran seperti tomat, mentimun, seledri, dan buncis menggunakan
beberapa jenis kemasan sayuran.
Pada sesi materi budidaya
hidroponik, widyaiswara mengenalkan beberapa sistem yang diaplikasikan di BBPP
Lembang seperti irigasi tetes, aeroponik, DFT dan NFT yang masing-masing
memiliki ciri khas dan pilihan komoditas pertanian yang tepat akan menjadi
peluang bisnis yang menjanjikan keuntungan berlipat.
Peserta juga praktik membuat
instalasi hiroponik sistem DFT dan mempelajari cara membuat dan mengaplikasikan
nutrisi utama pada sistem budidaya hidroponik yaitu AB mix.
Hari terakhir magang, peserta
berada di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara didampingi
petugas laboratorium mengajarkan peluang agribisnis pada sektor off farm.
Mereka praktik 4 jenis olahan
pangan yaitu nugget ayam sayur mocaf, brownies tepung mocaf, sistik wortel, dan
eggroll mocaf.
Awalnya, peserta dikenalkan alat
dan bahan pembuatan masing-masing olahan pangan, dilanjutkan praktik
pembuatannya sesuai langkah-langkah yang telah ditetapkan.
Rangkaian kegiatan kemudian
ditutup secara resmi pada Jumat (2/10/2026) oleh tim manajemen BBPP Lembang.
Perwakilan peserta, Asep
Wirayana, mengatakan kesannya berlatih di BBPP Lembang. “Kami memperoleh ilmu
yang bermanfaat karena di BBPP Lembang kami diajarkan agribisnis dari nol mulai
dari persiapan lahan hingga panen dan pascapanen serta pengolahan hasil
pertanian.”
“Widyaiswara dan seluruh petugas
melayani kami dengan baik dan lingkungannya belajar di sini juga nyaman dan
sejuk,” tambah Asep.
Peserta lainnya, Fitriana Dewi,
mengungkapkan tindak lanjutnya setelah magang selama 5 hari. “InsyaAllah akan
kami aplikasikan kepada rehabilitan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat,
karena sektor pertanian dan tata boga ini tepat untuk melatih motorik mereka
dan menyiapkan kemandirian sebelum para rehabilitan kembali ke keluarganya dan
masyarakat".