Perkuat Pelayanan Prima, Kementan Asah Kompetensi ASN
Kegiatan diikuti 11 pegawai yangpengelola lahan praktik dan menjadi petugas pendamping saat ada kegiatankunjungan tamu ke Inkubator Agribisnis.
Menteri Pertanian, Andi AmranSulaiman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)adalah kunci utama ketahanan pangan dan tantangan utama pembangunan pertaniansaat ini agar produktivitas dan kualitas hasil pertanian Indonesia meningkat.
Senada dengan pernyataan MentanAmran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), IdhaWidi Arsanti, menegaskan bahwa SDM adalah kunci utama peningkatan produktivitasdan modernisasi pertanian.
Dengan memanfaatkan teknologidan inovasi pertanian diharapkan mampu mengatasi keterbatasan akses informasi.ujarnya.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad DedySyathori, saat mengawali kegiatan pelatihan menyampaikan harapannya, Sayaberharap setiap pegawai mampu menghasilkan kinerja yang baik sesuai kemampuanmasing-masing untuk mewujudkan pelayanan prima.
Kita akan merasa bangga ketikakinerja kita bisa dirasakan orang lain dan memberi manfaat bagi orang lain.
Lebih lanjut, Dedy berpesan agarsetiap pegawai bisa mengikuti aturan, norma, dan prosedur kerja yang berlakusehingga kinerja individu mendukung kinerja instansi akan semakin optimal dalamrangka mendukung program Kementerian Pertanian.
Selama berlatih, peserta menerimamateri Motivasi Berprestasi, Integritas dan Profesionalisme Petugas yangberkaitan tentang Tugas dan Tanggung Jawab Petugas, Integritas dan Etika KerjaPetugas, dan Koordinasi dan Kerja sama Tim.
Peserta juga menerima materitentang Pengelolaan Sarana dan Penerapan Teknologi Pertanian yang berkaitandengan Pengelolaan dan Kesiapan Sarana, Penerapan Teknologi Pertanian, danKeselamatan dan Kesehatan Kerja.
Widyaiswara juga memberikanmateri tentang Komunikasi Efektif dan Diseminasi Teknologi Pertanian, mencakuptentang Komunikasi Efektif dalam Pelayanan, Teknik Penyampaian InformasiTeknologi Pertanian, Teknik Demonstrasi Teknologi Pertanian, dan Teknik Diskusidan Penanganan Masalah.
Terakhir, peserta memperolehmateri Pengelolaan dan Pelayanan Kunjungan, tentang Pengelolaan danPendampingan Kunjungan, Etika Pelayanan dan Penanganan Keluhan Pengunjung sertaEvaluasi Kinerja dan Perbaikan Berkelanjutan.
Suasana pelatihan tampak seriusnamun tetap santai dan menyenangkan. Beberapa materi dipraktikkan langsung olehpeserta seperti pada materi Teknik Penyampaian Informasi Teknologi Pertanian,peserta praktik saat mengawali kegiatan menerima kunjungan dari peserta.
Sementara itu di materiPengelolaan dan Pendampingan Kunjungan, peserta praktik cara komunikasi yangefektif dan melatih kerja sama dalam tim.
Hari terakhir, peserta secaraberkelompok praktik membuat daftar tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja danmelakukan demonstrasi alat dan teknologi pertanian.
Di akhir pelatihan, Jumat(30/10/2026), salah satu peserta, Yayat Ruhiyat, menyampaikan kesannyamengikuti pelatihan.
Saya merasa sangat bersyukur danbangga bisa menjadi peserta pelatihan peningkatan kapasitas ini. Selainmeningkatkan kompetensi teknis dan kepercayaan diri, kegiatan ini jugamempererat rasa kebersamaan serta kolaborasi ketika kita dikunjungi olehpeserta pelatihan atau pengunjung yang datang ke BBPP Lembang untuk belajarpertanian, ungkap Yayat.