Sambangi P4S Silalabak, BBPP Lembang Dorong Petani Kopi Pangandaran Naik Kelas

Dalam kunjungan pembinaan tersebut, Dedi didampingi Ketua Tim Kerja Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Saeful Iman, beserta Widyaiswara BBPP Lembang. Kunjungan ini bertujuan memperkuat peran P4S sebagai pusat pelatihan sekaligus mendukung pengembangan kopi robusta sebagai komoditas unggulan.

Kunjungan ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanian. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa P4S menjadi ujung tombak mencetak petani muda berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyebut pelatihan pertanian sebagai penggerak agar petani makin cerdas, mandiri, dan mampu mewujudkan kedaulatan pangan.

P4S Silalabak dirintis oleh Iis Sunisih, petani milenial yang mulai menanam kopi di lahan seluas tiga hektare. Ia menceritakan bahwa panen perdana pada 2019 justru menjadi masa sulit. Sejumlah kafe dan kedai kopi membatalkan pesanan akibat pandemi Covid-19, sehingga hasil panen tidak terjual. 

Iis memaknai nama "Silalabak" sebagai simbol kebangkitan dari situasi terpuruk. Secara bertahap, kopi hasil panen terserap pasar, mengingat robusta memiliki potensi besar di Jawa Barat. P4S silalabak kemudian dikukuhkan pada 2024 sebagai P4S Kelas Pratama.

Dedi menyatakan dukungannya agar P4S Silalabak terus maju dengan kopi sebagai komoditas unggulan. Ia menyarankan penguatan pemasaran melalui media sosial dan platform belanja daring untuk menjangkau pasar yang lebih luas. 

"Kami berharap P4S Silalabak tidak hanya berkembang pada penjualan produk, tetapi tetap pada rohnya, yaitu pelatihan dan pemberdayaan SDM pertanian," ujarnya.

Melalui pembinaan ini, BBPP Lembang berharap P4S Silalabak menjadi contoh lembaga pelatihan swadaya yang tangguh, adaptif, dan mampu melahirkan petani-petani mandiri di Kabupaten Pangandaran.