Regenerasi Petani, Kementan Ajak Mahasiswa President University Lakukan Agribisnis

Lembang – Kementerian Pertanian berupaya melakukan regenerasi pertanian. Selain melalui program-program terfokus pada petani muda seperti Brigade Pangan, pendekatan dilakukan juga dengan pengenalan potensi industri pertanian di Balai-Balainya. Balai seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang misalnya, mengenalkan melalui penerimaan studi wisata dari kampus-kampus.




Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan bagi anak muda. Selain menjadi roda penggerak ekonomi, sektor pertanian pun adalah harapan bagi Indonesia di masa depan.

“Yang bisa mengubah Republik ini adalah sektor pertanian. Ada keunggulan komparatif di sana dan Indonesia memiliki itu,” terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa pertanian mengharapkan generasi milenial dan generasi selanjutnya untuk memberikan dampak bagi masyarakat.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat.”

Harapan tersebut ditekankan juga oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Widi Arsanti. Santi mengatakan bahwa inovasi teknologi adalah kunci bagi petani muda untuk turut serta.

“Anak-anak muda memiliki kreativitas dan kemampuan menguasai teknologi. Ini menjadi modal besar untuk mentransformasi sektor pertanian agar lebih modern, produktif, dan kompetitif.” ujar Idha.

Untuk memenuhi visi tersebut, BBPP Lembang membuka keran kerja sama dengan berbagai pihak termasuk lembaga pendidikan seperti sekolah dan kampus. Bukan hanya sebagai sarana praktik kerja lapangan, BBPP Lembang juga menerima kunjungan yang bertujuan untuk memperluas wawasan peserta didik lembaga tersebut mengenai pertanian.

Niat tersebut bersambut dengan kunjungan dari President University. Pada Rabu (07/10/2026) sejumlah 50 mahasiswa dari Program Studi Agribisnis mengunjungi BBPP Lembang untuk melihat potensi yang dapat dijelajahi pada industri pertanian.

Selain melihat potensi industri pertanian, agenda kunjungan memberikan mereka praktik dalam membuat pupuk kompos. BBPP Lembang sendiri memiliki widyaiswara dengan paten Kompos Mix (Kom-Mix) Hayati sehingga hal tersebut dapat dipelajari dan dilihat oleh para siswa.

Kom-Mix Hayati sendiri adalah pupuk kompos dengan tambahan agensi hayati yang dapat meningkatkan efektivitas dari pupuk kompos tersebut. Di BBPP Lembang, terdapat lab agensi hayati dan kandang sapi sehingga Kom-Mix dapat diproduksi sendiri dengan memanfaatkan kotoran sapi.

Fiadini Putri, yang menjadi widyaiswara pemandu pada kali itu, mengatakan bahwa kompos sendiri memiliki potensi dalam agribisnis. “Kompos dapat dibuat sendiri dan dengan menggunakan pengemasan yang lebih estetik dan bagus dapat menarik peminat,” terangnya.

Selain melihat produksi pupuk kompos, para mahasiswa juga berkeliling di area inkubator agribisnis. Saat kunjungan budidaya jagung di BBPP Lembang sudah mulai menjulang sehingga menarik perhatian mereka. Selain itu terdapat satu plot lahan yang digunakan untuk mencoba komoditas padi apung.

Komoditas padi apung sendiri sedang dipelajari di BBPP Lembang. Padi apung memiliki potensi untuk melakukan budidaya padi tanpa memerlukan luas lahan yang besar dan dapat dilakukan selama ada perairan.

Terakhir, para mahasiswa mengunjungi screen house tanaman hias. Di screen house tersebut para mahasiswa dan dosen yang mendampingi mereka dapat melihat beberapa jenis tanaman seperti anggrek, kaktus, dan tanaman lainnya. Bagi para mahasiswa, hal ini pun menjadi menarik bagi mereka.

Neneng Ida Farida yang bertugas sebagai widyaiswara penanggung jawab screen house tanaman hias juga menerangkan potensi agribisnisnya. “Bagi adik-adik yang tinggal di kota besar, mencari penyalur dan menjual tanaman hias di tempat yang budidayanya sulit juga dapat menjadi potensi,” terangnya.

Meninggalkan kesannya, Rachmi Satwhikawara selaku Dosen Prodi Agribisnis President University memberi jempol untuk BBPP Lembang. “Hari ini kami melihat banyak budidaya tanaman termasuk tanaman hias yang indah, terima kasih BBPP Lembang!” kata Rachmi.