Kementan Tarik Minat Generasi Muda melalui Agribisnis Tanaman Hias
LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertaian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Tanaman Hias bagi Generasi Muda, 17 – 21 Maret 2025. Kegiatan diikuti 16 peserta yang terdiri dari siswa dan mahasiswa yang sedang praktik kerja di BBPP Lembang.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM, khususnya generasi muda, harus terus digenjot karena perannya penting untuk membangun pertanian Indonesia. "Peran generasi muda sangat penting. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia," tutur Amran.
"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," imbuhnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua. "Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan," kata Santi.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.
Selama pelatihan, peserta diberikan materi secara klasikal yaitu persiapan benih tanaman hias dan persiapan media tanaman hias. Peserta antusias praktik perbanyakan tanaman kaktus dengan cara menempel (grafting).
Di materi lainnya yaitu penanaman dan pemeliharaan tanaman hias, peserta didampingi widyaiswara praktik pengujian pH tanah menggunakan tanaman rimpang kunyit. Setelah itu, peserta memperoleh materi pupuk dan pemupukan tanaman hias dan pengendalian hama dan penyakit terpadu tanaman hias serta panen dan pascapanen tanaman hias.
Saat materi agrikreatif tanaman hias, widyaiswara menjelaskan potensi bisnis tanaman hias yang tinggi dan bisa menghasilkan keuntungan banyak melalui agrikreatif. Generasi muda ini juga diajak menanam tanaman hias menggunakan media hydrogel.
Hari berikutnya, materi analisa usahatani diberikan dan peserta mendemokan membuat bisnis model canvas. Terakhir, peserta memperoleh materi pemasaran tanaman hias dan media pembelajaran.
Akhir pelatihan, Jumat (21/3/2025), salah satu peserta, Imas Masruroh, mahasiswi semester 6 PEPI Serpong mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat. "Pelatihan ini sangat bermanfaat, memberikan pemahaman untuk mengenal budidaya, pemeliharaan hingga pemasaran terkait budidaya tanaman kaktus. Interaksi dengan para widyaiswara dan peserta lain juga memperkaya pengalaman saya," ucapnya.