Lirik Peluang Bisnis, Calon Purna Tugas BUMN Dalami Pertanian Modern
LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 20 calon purna tugas PT KAI (persero), Selasa (18/2/2025). Para calon purna tugas ini menyiapkan peluang bisnis di sektor pertanian.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting. "Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," kata Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi pangan dalam berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan kepada SDM yang berminat di sektor pertanian. "Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri," terang Santi.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan selalu siap untuk melayani stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian modern. "Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan," tutur Ajat.
Rombongan calon purna tugas PT KAI diterima secara resmi oleh Kepala Bagian Umum dan tim manajemen BBPP Lembang. Dalam kesempatan itu, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang teknologi hidroponik, berbagai sistem hidroponik diantaranya deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), irigasi tetes, aeroponik, dan wick sistem. Mulai dari pembuatan instalasinya, pemberian nutrisi, pemeliharaan dan peluang bisnis masing-masing sistem.
Agar lebih memahami teknologi hidroponik, peserta diajak praktik membuat instalasi DFT di Inkubator Agribisnis. Petugas mendemokan pembuatan instalasi DFT dengan menyambungkan rangka baja, paralon, knee dan bahan lainnya. Selain itu diperlihatkan pelarutan nutrisi A dan B sebagai nutrisi utama budidaya hidroponik.
Setelah itu, peserta beranjak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Petugas laboratorium memperkenalkan konsep pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan. Peserta dikenalkan satu produk olahan sayuran, yaitu manisan terong ungu.
Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat manisan terong dan peserta juga ikut mempraktikkannya. Saat mencicipi terong ungu, rata-rata peserta memberi komentar positif. "Enak manisan terong ini, manisnya pas, ada terasa segar karena diberi asam sitrat ya, dan yang amazing, rasa terong ungunya jadi tidak berasa ya, enak seperti kurma saja," ucap mereka.