Rangkul Elemen Masyarakat Untuk Hilirisasi Pertanian, Kementan Ajarkan Pengolahan Hasil ke Lansia Kota Bandung

Lembang --  Kementerian Pertanian mendorong agar seluruh elemen masyarakat turut serta dalam hilirisasi komoditas pertanian. Melalui kerja sama antara Unit Pelaksana Teknis seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Sekolah Lansia Lentera Arcamanik, Lansia pun dapat turut serta.




Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan hilirasi penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperkuat kemandirian pangan.

Dalam berbagai kesempatan Amran menekankan bahwa pertanian tidak berhenti di komoditas saja, namun juga diolah agar nilai tambahnya dapat dirasakan oleh pelaku budidaya.

"Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian harus diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama petani," tegas Mentan Amran.

Mendukung, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Widi Arsanti menekankan bahwa hilirisasi produk pertanian akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Menteri mendorong hilirisasi dari produksi pertanian yang sudah ada. Ini akan lebih efisien dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, dibanding dengan menciptakan produk yang baru," terang Idha.

Mewujudkan hal tersebut, BBPP Lembang menyambut semua elemen masyarakat yang hendak turut serta dalam hilirisasi. Peningkatan nilai tambah melalui proses ini dapat dilakukan pada berbagai komoditas termasuk buah naga.

Hal ini menarik para lansia yang tetap aktif di usia lanjut dengan berpartisipasi dalam Sekolah Lansia. Salah satunya adalah Sekolah Lansia Lentera Arcamanik yang melihat hilirisasi sebagai kesempatan untuk tetap beraktivitas dengan produktif.

Sejumlah 21 peserta Sekolah Lansia Arcamanik mengunjungi BBPP Lembang, Rabu (7/10/2026) untuk mempelajari topik-topik seputar pengolahan produk pertanian. Menyambut hal tersebut, Kepala BBPP Lembang Ahmad Dedy Syathori mengatakan bahwa hilirisasi adalah salah satu fokus selanjutnya Kementerian Pertanian setelah swasembada pangan.

“Bapak Presiden menambah fokus perhatian yang serius terhadap peningkatan nilai tambah, peningkatan ekspor, pengurangan impor, dan peningkatan penyerapan tenaga kerja tentunya melalui program hilirisasi komoditas pertanian,” terangnya.

Kesempatan kali ini Sekolah Lansia Lentera Arcamanik disambut di Agriculture Operation Room BBPP Lembang sebelum diajak ke Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Dari berbagai topik yang dikenalkan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, resep yang diangkat pada kesempatan ini adalah pembuatan Sorbet dari komoditas buah.

Buah yang dijadikan bahan praktik adalah buah naga. Tasya Fitri Yunada, widyaiswara BBPP Lembang yang menjadi pembimbing pada kesempatan itu, menerangkan buah naga adalah salah satu komoditas yang terkenal manis, menyegarkan, dan harganya cukup terjangkau.

Dengan melalui proses pengolahan buah tersebut dapat mendapatkan nilai tambah sehingga satu buah dapat menjadi beberapa cup sorbet.

Setelah praktik, peserta kunjungan dari Sekolah Lansia Lentera Arcamanik berkesempatan untuk melihat koleksi tanaman hias BBPP Lembang. Beberapa yang masih ingin berkeliling dipandu oleh petugas lapangan untuk melihat Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Siti Umayah, Kepala Sekolah Lansia Lentera Arcamanik memberikan kesannya menutup kunjungan. “Terima kasih telah menerima kami untuk kunjungan praktik,” terangnya.