Kementan Bekali Gen Z Keterampilan Hilirisasi Pertanian sebagai Peluang Usaha Masa Depan

Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui UPT pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang terus mendorong penguatan kapasitas generasi muda sebagai upaya regenerasi petani. Salah satunya melalui pembekalan keterampilan pengolahan hasil pertanian dengan harapan menjadi gambaran dan memunculkan ide kreatif dan membuka peluang usaha dan lapangan kerja.



Bekerja sama dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), BBPP Lembang mengenalkan sektor off-farm pengolahan hasil pertanian dan pertanian organik kepada 15 orang mahasiswa semester 3 Program Studi Agribisnis. Kegiatan dilaksanakan selama 4 kali kunjungan. Kunjungan ke-2 dilaksanakan Rabu (7/10/2026).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional dan membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk mempercepat transformasi pertanian Indonesia.

“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” ujar Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” jelas Idha.

BBPP Lembang memiliki prinsip bahwa kehadirannya sebagai UPT pelatihan bisa dimanfaatkan oleh siapapun untuk belajar pertanian sebagai upaya peningkatan kompetensi di bidang pertanian dan regenerasi petani.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Balai, Ahmad Dedy Syathori di berbagai kesempatan. “BBPP Lembang adalah milik kita semua, siapa saja yang ingin belajar pertanian kami persilakan karena kami membuka peluang kerja sama dengan siapapun. Harapan kami kehadiran BBPP Lembang bisa memberi manfaat bagi banyak pihak,” tutur Dedy.

Para mahasiswa langsung bergerak ke laboratorium pengolahan hasil pertanian. Di sana, widyaiswara didampingi petugas laboratorium sudah menyiapkan alat dan bahan untuk praktik aneka olahan pangan, yaitu sorbet cabai, sistik wortel, sorbet mangga, es krim jagung, eggroll pisang, dan pengolahan kopi.

Peserta diberikan penjelasan singkat tentang konsep agribisnis terutama di sub sektor pengolahan hasil pertanian. Disampaikan bahwa sektor pengolahan hasil bisa dengan cepat menghasilkan uang karena dalam satu hari yang sama sangat memungkinkan saat pagi hari membuat olahan maka sore harinya sudah bisa memperoleh keuntungan saat produk olahan terjual habis.

Gen Z ini tampak antusias menyimak, mencatat, dan berdiskusi dengan widyaiswara dan petugas tentang proses pengolahan sorbet cabai dan sistik wortel, mulai dari pengenalan alat dan bahan hingga tahapan pembuatannya. Mereka diajak mempraktikkan langsung tahapan pengolahan hingga produk siap dikonsumsi karena dengan cara seperti ini praktik langsung, peserta akan lebih memahami dan lebih terampil untuk mempraktikkan ulang setelah selesai berkunjung ke BBPP Lembang.

Suasana penuh keakraban diselingi senda gurau gelak tawa antara BBPP Lembang dan civitas akademika UKRI selama kegiatan praktik pengolahan, menandakan prinsip BBPP Lembang untuk konsisten menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan tentang pertanian kepada siapapun yang ingin belajar di BBPP Lembang dan menjalin silaturahmi yang erat dengan para stakeholdernya.

Hilirisasi komoditas pertanian bukan sekadar mengubah bahan baku menjadi produk, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya peluang usaha, lapangan kerja, dan sumber penghasilan baru.

Dengan membekali generasi muda keterampilan yang aplikatif dan berorientasi pasar, Kementerian Pertanian optimistis sektor pertanian akan semakin diminati sebagai bidang usaha yang menjanjikan, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan mengambil peran dalam membangun masa depan pertanian Indonesia.