Studi Banding Pertanian Modern, Anggota DPRD Wonosobo Sambangi UPT Pelatihan Kementan
Lembang – Kementerian Pertanian melalui UPT pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menerima audiensi dari anggota DPRD Komisi B yang membidangi perekonomian dan Komisi C yang membidangi infrastruktur dari Kabupaten Wonosobo, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan pembibitan
hortikultura dan integrasi sektor peternakan berkelanjutan serta transformasi
smart greenhouse untuk kemandirian hortikultura.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kolaborasi
antara sektor pertanian dengan berbagai sektor dalam memperkuat ketahanan
pangan nasional.
“Tidak mungkin Republik ini bekerja sendirian. Swasembada pangan tidak
terjadi tanpa dukungan semua pihak,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan
mewujudkan swasembada pangan nasional sangat ditentukan oleh kualitas SDM
pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
"SDM merupakan faktor utama dalam mengelola dan mengembangkan sektor
pertanian secara modern, efektif, dan berkelanjutan” ujar Idha.
Ketua Komisi B DPRD Wonosobo, Aziz Nuri Haryono, menyampaikan bahwa
kunjungan ini dalam rangka silaturahmi. “Kami juga ingin mengetahui teknologi
pertanian yang diterapkan di BBPP Lembang karena 75% penduduk Wonosobo bergerak
di sektor pertanian,” ungkapnya.
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori didampingi tim manajemen dan
widyaiswara, menerima kunjungan ini. Kepala Balai menjelaskan profil dan tugas
fungsi BBPP Lembang sebagai balai pelatihan pertanian untuk meningkatkan
kompetensi SDM pertanian.
“BBPP Lembang adalah milik masyarakat, karenanya kami mengapresiasi
kunjungan para wakil rakyat karena ini menjadi kesempatan yang baik untuk kami
menyampaikan program kerja BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan Kementerian
Pertanian agar nantinya bisa diketahui khalayak luas,” tuturnya.
Dedy berharap dengan kunjungan kerja ini bisa menguatkan kolaborasi untuk
menjalankan program pembangunan pertanian yang sudah dicanangkan secara
nasional.
Diskusi berjalan tentang proses pelatihan mulai dari perencanaan hingga
bimbingan lanjutan dan evaluasi pasca pelatihan. Selain itu secara teknis
tentang budidaya tanaman dengan memanfaatkan teknologi hidroponik.
Untuk memperoleh gambaran dan melihat langsung aktivitas pertanian di
lahan praktik BBPP Lembang, 17 orang anggota dewan diantaranya dari Partai
Gerindra, PDIP, dan Nasdem, diajak meninjau berbagai sarana praktik di
Inkubator Agribisnis seluas 2,5 hektar.
Di screen hidroponik persemaian, widyaiswara menjelaskan proses
persemaian tanaman dari mulai biji, ditanam di dalam tray dan setelah beberapa
waktu akan ditanam secara konvensional di lahan terbuka maupun di dalam screen
dengan teknologi hidroponik berbagai sistem yaitu irigasi tetes, DFT, NFT, dan
aeroponik.
Sementara itu, di screen lainnya yang sedang membudidayakan melon
varietas glamour, petugas menjelaskan budidaya melon sistem irigasi tetes,
nutrisi yang digunakan, dan pemeliharaan tanaman hingga menjelang panen serta
penanganan pasca panen.
Di screen aeroponik kentang yang sedang tahap persiapan penanaman,
widyaiswara menjelaskan proses pembibitan kentang G0 yang dapat menghasilkan
umbi kentang berkualitas baik dan tanamannya sehat, jumlahnya banyak, sehingga
penangkar benih kentang dapat membudidayakan kentang di lahan selama maksimal 5
generasi (G1-G5) dengan kualitas baik.
Terakhir, di screen tanaman hias, widyaiswara dan petugas menjelaskan
peluang bisnis yang menjanjikan di sub sektor tanaman hias yaitu kaktus,
sukulen, dan anggrek yang bisa merambah pasar ekspor sehingga dapat menyumbang
devisa untuk negara.