Kementan Bidik Gen Z Minati Hidroponik sebagai Peluang Agribisnis Masa Depan

Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan edukasi pertanian modern kepada siswa-siswi SMA Sekolah Alternatif (Home Schooling) Koinonia Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).


Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari upaya Kementan dalam memperkenalkan teknologi dan inovasi pertanian kepada generasi muda sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional dan menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi muda.

“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian,” kata Santi.

Kunjungan diawali dengan penerimaan rombongan oleh tim manajemen BBPP Lembang. Perwakilan Guru mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa mengenai penerapan teknologi pertanian modern di lapangan.

“Kami ingin siswa-siswi kami belajar tentang hidroponik, karena harapannya kami bisa membuat model pertanian memanfaatkan pekarangan di sekolah dengan budidaya tanaman secara hidroponik,” ujarnya.

Selama kegiatan, para siswa diajak mengenal berbagai instalasi hidroponik yaitu DFT, NFT, irigasi tetes, dan aeroponik yang dikelola di BBPP Lembang.

Di Zona Rumah Pangan Lestari, siswa dan guru diperkenalkan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT) yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air.

Beranjak ke zona screen house aeroponik, petugas memberi penjelasan singkat proses budidaya tanaman kentang untuk pembibitan G0 yang nantinya menghasilkan umbi berkualitas baik agar petani kentang bisa membudidayakan tanaman kentang di lahan dengan baik.

Kunjungan berakhir di screen house hidroponik sistem irigasi tetes yang sedang ditanami tanaman melon. Siswa dan guru berdiskusi dengan petugas dan memperoleh wawasan tentang proses budidaya tanaman tanpa tanah yang diminati generasi muda karena pertanian tidak identik dengan kotor dan bau, namun bisa menerapkan hidroponik yang lebih modern.

BBPP Lembang berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian serta mendorong lahirnya wirausahawan muda pertanian yang mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. (yoko/chetty)