Agribisnis Kopi Kian Menarik, Kementan Latih Generasi Muda Agar Maju.

Lembang - Kementerian Pertanian berupaya melakukan regenerasi petani dengan menarik minat pemuda sebanyak mungkin ke sektor pertanian. Upaya ini dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Pelatihannya melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL). Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang misalnya, aktif dalam memberikan pelatihan gratis kepada peserta PKL-nya.



Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menerangkan bahwa petani muda adalah masa depan dari bangsa ini kelak.

"Regenerasi petani sangat krusial. Indonesia butuh pemuda bersemangat tinggi, cerdas, dan berkarakter kuat untuk jadi garda terdepan ketahanan pangan nasional," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong regenerasi petani, mengingat jumlah petani yang semakin menua.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, Kementan telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari pendidikan hingga pelatihan untuk mendukung semangat pemuda di sektor pertanian.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda, khususnya anak petani, untuk mengembangkan diri di sektor ini,” tambahnya.

Fasilitas-fasilitas di BBPP Lembang tersedia untuk pelatihan bagi berbagai kalangan. Dengan luas lahan sebesar 9 hektar, berbagai komoditas dibudidayakan sebagai sarana praktik dan berlatih.

Sebagai salah satu UPT yang terletak di dataran tinggi, BBPP Lembang membudidayakan tanaman kopi arabika yang menjadi sarana praktik. Bagi para peserta PKL materi pelatihan agribisnis mencakup budidaya, perawatan, pemanenan, hingga pasca-panen dan pengolahan.

Estu Hariyani, salah satu widyaiswara dari BBPP Lembang yang menjadi pemateri menerangkan potensi budidaya tanaman kopi.

“Misal adik-adik budidaya kopi, dari tiap tahapnya akan terjadi penambahan nilai. Mulai dari ceri kopi sampai ke green beans saja sudah terjadi peningkatan nilai berkali lipat,” terangnya Rabu (30/09/2026).

Peningkatan nilai itu akan terus bertambah hingga menjadi secangkir kopi dan menghasilkan untung yang menjanjikan tambah Estu.

Sementara itu di materi penyortiran kopi, widyaiswara Dewi Padmisari menerangkan tentang sortasi kopi. Sortasi dilakukan untuk mendapatkan kopi terbaik dari hasil panen. Kopi yang tidak sesuai kualitas disisihkan, kemudian yang terbaik dipilih.

“Agar adik-adik mendapatkan untung yang maksimal, kualitas biji kopi yang terbaik harus dipilih dan dipilah dari yang kurang baik,” terangnya.

Menutup, Kepala BBPP Lembang Ahmad Dedy Syathori menerangkan bahwa balai pelatihan seperti BBPP Lembang memiliki peran penting dalam pengembangan SDM pertanian.

“Sebagai UPT di bawah BPPSDMP, kita bukan sekadar menyelenggarakan pelatihan. Kita sedang menyiapkan manusia untuk masa depan pertanian Indonesia,” tutupnya.