Kementan Dekatkan Gen Z dengan Pertanian Modern, Regenerasi Petani Dimulai Sejak Dini
Lembang — Regenerasi petani menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Untuk menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) mengenalkan praktik pertanian modern kepada 106 siswa kelas VIII SMP Daarut Tauhiid Boarding School saat berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melihat secara
langsung bahwa pertanian tidak hanya dilakukan di lahan terbuka, tetapi juga
dapat dikembangkan dengan berbagai teknologi dan metode budidaya yang menarik
bagi generasi muda.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian
memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa. Menurutnya, generasi
muda memiliki posisi penting sebagai penerus pembangunan pertanian nasional.
“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia
memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani
di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Regenerasi petani sangat penting karena usia petani saat ini semakin
menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Peran generasi muda menjadi
sangat krusial,” jelasnya.
Belajar Bertani dengan Praktik Langsung
Rombongan siswa yang didampingi para guru diterima oleh jajaran manajemen
BBPP Lembang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Daarut Tauhiid Boarding
School, Riswan Risnandar, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari
proyek kokurikuler sekolah.
“Kami ingin siswa mengenal langsung pertanian modern sedari dini,
mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diajak menuju lahan praktik BBPP
Lembang. Didampingi petugas lahan praktik serta siswa dan mahasiswa yang sedang
melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL), para peserta mendapatkan pengalaman
langsung mengenai budidaya tanaman sayuran menggunakan polybag.
Mereka diperkenalkan dengan tahapan menyiapkan media tanam yang terdiri
atas tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Setelah
mendapatkan penjelasan, siswa bersama-sama mencampurkan media tanam tersebut
dan memasukkannya ke dalam polybag berukuran 30 x 40 sentimeter.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik menanam bibit cabai dan
pakcoy. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan,
tetapi juga pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah tanaman dipersiapkan
dan dibudidayakan.
Kenalkan Pertanian dari Hulu hingga Olahan
Pengalaman siswa tidak berhenti pada kegiatan budidaya. Mereka juga
diajak mengenal berbagai fasilitas pembelajaran di BBPP Lembang dan
berinteraksi dengan widyaiswara untuk menggali pengetahuan mengenai pertanian.
BeragLembang — Regenerasi petani menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Untuk menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) mengenalkan praktik pertanian modern kepada 106 siswa kelas VIII SMP Daarut Tauhiid Boarding School saat berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melihat secara
langsung bahwa pertanian tidak hanya dilakukan di lahan terbuka, tetapi juga
dapat dikembangkan dengan berbagai teknologi dan metode budidaya yang menarik
bagi generasi muda.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian
memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa. Menurutnya, generasi
muda memiliki posisi penting sebagai penerus pembangunan pertanian nasional.
“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia
memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM
Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani
di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Regenerasi petani sangat penting karena usia petani saat ini semakin
menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Peran generasi muda menjadi
sangat krusial,” jelasnya.
Belajar Bertani dengan Praktik Langsung
Rombongan siswa yang didampingi para guru diterima oleh jajaran manajemen
BBPP Lembang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Daarut Tauhiid Boarding
School, Riswan Risnandar, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari
proyek kokurikuler sekolah.
“Kami ingin siswa mengenal langsung pertanian modern sedari dini,
mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diajak menuju lahan praktik BBPP
Lembang. Didampingi petugas lahan praktik serta siswa dan mahasiswa yang sedang
melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL), para peserta mendapatkan pengalaman
langsung mengenai budidaya tanaman sayuran menggunakan polybag.
Mereka diperkenalkan dengan tahapan menyiapkan media tanam yang terdiri
atas tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Setelah
mendapatkan penjelasan, siswa bersama-sama mencampurkan media tanam tersebut
dan memasukkannya ke dalam polybag berukuran 30 x 40 sentimeter.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik menanam bibit cabai dan
pakcoy. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan,
tetapi juga pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah tanaman dipersiapkan
dan dibudidayakan.
Kenalkan Pertanian dari Hulu hingga Olahan
Pengalaman siswa tidak berhenti pada kegiatan budidaya. Mereka juga
diajak mengenal berbagai fasilitas pembelajaran di BBPP Lembang dan
berinteraksi dengan widyaiswara untuk menggali pengetahuan mengenai pertanian.
Beragam pertanyaan disampaikan siswa, mulai dari budidaya sayuran dan
buah-buahan di lahan terbuka, teknologi hidroponik, hingga tanaman hias seperti
kaktus dan sukulen.
Mereka juga diperkenalkan dengan pengolahan hasil pertanian. Di
laboratorium pengolahan hasil pertanian, siswa dapat melihat bagaimana hasil
pertanian dapat diolah menjadi produk pangan yang menarik.
Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkan siswa untuk mencicipi dan
membeli aneka olahan pangan segar dan bergizi, seperti es krim jagung dan
stroberi serta sorbet buah naga, mangga, dan kopi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki ruang yang luas untuk
dikembangkan, tidak hanya pada tahap budidaya, tetapi juga melalui teknologi,
pengolahan hasil, dan pengembangan produk.
Pengenalan pertanian kepada generasi muda sejak dini menjadi bagian
penting dalam membangun ketertarikan terhadap sektor pertanian. Semakin dekat
generasi muda dengan praktik pertanian, semakin terbuka pula kesempatan untuk
menumbuhkan generasi penerus yang mengenal, memahami, dan turut mengambil peran
dalam pembangunan pertanian Indonesia.am pertanyaan disampaikan siswa, mulai dari budidaya sayuran dan
buah-buahan di lahan terbuka, teknologi hidroponik, hingga tanaman hias seperti
kaktus dan sukulen.
Mereka juga diperkenalkan dengan pengolahan hasil pertanian. Di
laboratorium pengolahan hasil pertanian, siswa dapat melihat bagaimana hasil
pertanian dapat diolah menjadi produk pangan yang menarik.
Kesempatan tersebut sekaligus dimanfaatkan siswa untuk mencicipi dan
membeli aneka olahan pangan segar dan bergizi, seperti es krim jagung dan
stroberi serta sorbet buah naga, mangga, dan kopi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki ruang yang luas untuk
dikembangkan, tidak hanya pada tahap budidaya, tetapi juga melalui teknologi,
pengolahan hasil, dan pengembangan produk.
Pengenalan pertanian kepada generasi muda sejak dini menjadi bagian
penting dalam membangun ketertarikan terhadap sektor pertanian. Semakin dekat
generasi muda dengan praktik pertanian, semakin terbuka pula kesempatan untuk
menumbuhkan generasi penerus yang mengenal, memahami, dan turut mengambil peran
dalam pembangunan pertanian Indonesia.