Lewat Tanam Serentak, Kementan Pastikan Produksi Pangan Aman
Rangkaian kegiatan tanam serentak diadakan di provinsi Jawa Barat sebagai langkah strategis Kementerian Pertanian dalam menjaga stok pangan. Pusat kegiatan sendiri diadakan di Desa Bojongjaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Pada kesempatan ini Wakil Menteri Pertanian Sudaryono turut hadir.

Dalam kesempatan lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dan stakeholder dalam menjaga ketahanan pangan.
"Terima kasih kepada gubernur, bupati, petani, penyuluh, hingga jajaran aparat. Ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat swasembada pangan. Kita terus dorong tanam serempak di seluruh Indonesia," ujar Mentan Amran.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan areal tanam melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.
Selain itu, Mentan Amran juga mengingatkan pentingnya mitigasi menghadapi musim kemarau akibat fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncak pada Agustus 2026.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam percepatan tanam.
"Percepatan tanam harus terus dikawal secara optimal. Peran penyuluh dan petani menjadi kunci agar lahan yang siap dapat segera ditanami dan menghasilkan secara maksimal," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mewakili Kementerian Pertanian sebagai penanggung jawab Luas Tambah Tanam di Kabupaten Ciamis.
Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian terus berusaha memfasilitasi petani agar menjadi lebih produktif salah satunya dengan Brigade Pangan dan bantuan alsintan.
“Modernisasi pertanian terus dilakukan agar petani lebih produktif dalam melakukan tugas mereka mulai dari menggarap lahan hingga panen,” terang Ajat.