Mahasiswa Universitas Subang Praktikkan Pertanian Modern Melalui PKL di UPT Kementan

LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memperkuat sektor pertanian melalui regenerasi SDM yang melek teknologi. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, salah satu unit Kementan, menjadi lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi tiga mahasiswa Universitas Subang selama Empat bulan, dari 1 Maret 2026 hingga 30 Juni 2026


Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional. Ia meyakini, "Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia."


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat. "Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.




Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kontribusi para mahasiswa. "Kami sangat mengapresiasi semangat belajar mereka. Kehadiran mahasiswa PKL seperti ini mencerminkan komitmen kami dalam melahirkan SDM pertanian yang andal dan inovatif," tutur Ajat.


Keenam mahasiswa dari Universitas Subang berfokus pada penerapan teknologi modern dalam budidaya tanaman. Berikut adalah ringkasan hasil laporan PKL yang mereka susun: Farid Fazar Septia dengan Teknik Grafting sebagai salah satu metode perbanyakan vegetatif pada tanaman kaktus, Luvita Dyanie dengan budidaya tanaman buncis dan selada keriting pada lahan konvensional dengan metode tumpang sari, Tio Ahmad Fauzi dengan budidaya tanaman selada pada lahan konvensional, Muhammad HilmanSyah dengan budidaya tanaman pakcoy secara konvensional, Cepi Hermawan dengan budidaya tanaman tomat beef menggunakan sistem irigasi tetes, dan Farid Rizqulloh dengan budidaya kentang g0 varietas granola dengan sistem aeroponik.


Penerapan teknologi canggih oleh mahasiswa ini menegaskan potensi besar generasi muda untuk membawa inovasi di sektor pertanian, sejalan dengan visi Kementan untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.