Dari Hidroponik hingga Hilirisasi Produk, Siswa SMK Tasikmalaya Belajar Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan
Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan edukasi pertanian modern kepada 64 siswa kelas X Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK PK Nurussalam Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan edukasi ini menjadi
bagian dari upaya Kementan dalam memperkenalkan teknologi dan inovasi pertanian
kepada generasi muda sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia pertanian
yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di
masa depan.
Menteri Pertanian Andi Amran
Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai
penggerak ekonomi nasional dan menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi
muda.
“Yang bisa mengubah republik ini
adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor
ini,” ujar Amran.
Sementara itu, Kepala Badan
Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti,
mengatakan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci keberlanjutan
pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Usia petani saat ini semakin
menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan
generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor
pertanian,” kata Santi.
Kunjungan diawali dengan
penerimaan rombongan oleh tim manajemen BBPP Lembang. Kepala SMK PK Nurussalam
Salopa, Dedi Zafar Mutaqin, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan
pengalaman belajar langsung kepada siswa mengenai penerapan teknologi pertanian
modern di lapangan.
“Kami ingin siswa memperoleh
wawasan nyata tentang dunia pertanian modern sehingga dapat memahami
keterkaitan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan praktik yang
diterapkan di dunia usaha dan dunia industri pertanian,” ujarnya.
Selama kegiatan, para siswa
diajak menjelajahi berbagai sarana pembelajaran dan praktik yang dimiliki BBPP
Lembang. Di area Inkubator Agribisnis, peserta mempelajari teknik perbanyakan
tanaman kaktus melalui metode grafting atau sambung tempel yang banyak
digunakan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman hias.
Peserta kemudian mengunjungi Zona
Rumah Pangan Lestari untuk mempelajari konsep pertanian terpadu yang
mengombinasikan budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem
yang berkelanjutan. Pada lokasi yang sama, siswa juga diperkenalkan dengan
teknologi budidaya hidroponik menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan
Nutrient Film Technique (NFT) yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan
lahan dan air.
Pembelajaran berlanjut di screen
house budidaya anggur. Di lokasi ini, peserta memperoleh pengetahuan mengenai
teknik budidaya anggur di pekarangan rumah, termasuk penerapan pemangkasan
(pruning) yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah.
Tidak hanya mempelajari aspek
budidaya, siswa juga berdiskusi mengenai teknik pemeliharaan tanaman seledri
yang baik agar menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual tinggi.
Sebagai bagian dari pengenalan
agribisnis dari hulu hingga hilir, peserta mengunjungi Laboratorium Pengolahan
Hasil Pertanian BBPP Lembang. Di laboratorium ini, siswa diperkenalkan pada
berbagai produk olahan hasil pertanian yang telah dikembangkan, seperti es
krim, sorbet, manisan terung, stik wortel, hingga inovasi terbaru berupa sale
pisang granola. Para peserta juga berkesempatan mencicipi produk-produk
tersebut secara langsung.
Melalui kegiatan ini, para siswa
tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknologi budidaya modern, tetapi
juga mendapatkan wawasan tentang hilirisasi produk pertanian sebagai upaya
meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil pertanian.
BBPP Lembang berharap kegiatan
edukasi semacam ini dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke
sektor pertanian serta mendorong lahirnya wirausahawan muda pertanian yang
mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional
secara berkelanjutan.