Kementan Pacu Produktivitas, Dorong Gen Z Kuasai Agribisnis Bawang Merah

Lembang - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Bawang Merah bagi Generasi Muda, 23 -27 Februari 2026.

Kegiatan diikuti 21 siswa dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan kampus yaitu, SMKN 1 Losarang, Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) Serpong, Universitas Bengkulu, dan Universitas Suryakancana Cianjur.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda, harus terus ditingkatkan, karena peran generasi muda sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia.
"Peran generasi muda sangat krusial. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menghadapi tantangan dunia," tutur Amran. 

"Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Sebab, petani yang ada saat ini sudah semakin tua. "Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan," kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya, untuk mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda. Ajat menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi, diantaranya pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan calon peserta pelatihan.

Ajat menyampaikan harapannya, "setelah berlatih tentang agribisnis bawang merah, saya harapkan ada peningkatan kompetensi, sikap, pola pikir, perilaku, dan lebih memiliki inisiatif dalam berbagai hal."

Selama berlatih, widyaiswara memberikan berbagai materi inti tentang agribisnis bawang merah secara teoritis mulai dari persiapan benih, persiapan lahan (alsintan), penanaman bawang merah, pupuk dan pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit terpadu, panen dan pascapanen, pengolahan hasil, analisa usahatani, dan pemasaran hasil bawang merah.

Peserta juga praktik modernisasi pertanian dengan mengoperasionalkan alsintan jenis traktor roda 2 dan roda 4, mengukur pH tanah, pengamatan hama dan penyakit tanaman, sortasi dan grading bawang merah, dan pengenalan bisnis model canvas untuk pemasaran hasil pertanian.

Di samping itu mereka juga diberikan motivasi untuk terus berprestasi dan komunikasi efektif dalam pembelajaran. 
Di akhir pelatihan, Senin (2/3/2026), salah satu peserta mahasiswi semester 6 PEPI Serpong, Silvana Anggareaini membagikan dampak Ia mengikuti praktik kerja agribisnis bawang merah yang memotivasinya untuk memulai usahatani agribisnis bawang merah. 

Silvana juga mengatakan, pemateri para widyaiswara menyampaikan materi secara klasikal dan praktik dengan jelas dan mudah dipahami.

Semuanya bermuara pada bagaimana regenerasi petani muda dengan mengenalkan komoditas pangan strategis yaitu bawang merah mulai dari budidaya hingga pemasarannya