Kolaborasi Kementan dan TNI AD Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
LEMBANG – Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal, Direktorat Ajudan Jenderal TNI AD, melatih 252 siswa usia 17–23 tahun peserta Dikjurtakes Abit Dikmatakes Gelombang III tentang pertanian. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026).

Widyaiswara bersama petugas teknis memberikan materi dan praktik agribisnis tanaman sayuran guna meningkatkan wawasan peserta sebelum terjun ke masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya sinergi sektor pertanian dan pertahanan negara dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Keterlibatan perwira dengan latar belakang pertanian, baik dari sisi inovasi, teknologi, maupun strategi kebijakan, menjadi langkah strategis menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan," ujarnya.
Ia menambahkan, TNI selama ini berperan aktif dalam mendukung sektor pertanian, mulai dari pendampingan petani, pompanisasi, hingga program cetak sawah. Dengan adanya tenaga pertanian di dalamnya, sinergi tersebut dinilai akan semakin kuat dan efektif.
Mentan Amran juga mengapresiasi komitmen TNI dalam mendukung program pertanian pemerintah dan berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar sektor pertanian semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, kolaborasi dengan TNI menjadi faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan melalui sinergi optimasi lahan dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Sinergi tersebut difokuskan pada pengawalan dan pendampingan Babinsa dalam brigade pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pada sesi teknis, widyaiswara BBPP Lembang menyampaikan materi budidaya sayuran mulai dari konsep Good Agricultural Practices (GAP), pengolahan lahan, persemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, hingga panen dan pascapanen.
Didampingi petugas teknis, peserta juga mempraktikkan pengukuran pH tanah secara sederhana menggunakan kunyit sebagai indikator alami. Selanjutnya dilakukan praktik persemaian benih cabai merah menggunakan tray, penanaman di polybag, serta pemupukan.
Melalui sinergi sektor pertanian dan pertahanan ini, diharapkan Indonesia mampu memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian produksi pangan nasional.