UPT Pelatihan Kementan Perkenalkan Agribisnis berbasis Inovasi kepada Generasi Z
Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memberikan edukasi pertanian modern kepada 60 mahasiswa didampingi dosen Universitas Singaperbangsa Karawang, Senin (15/6/2026).
Kegiatan edukasi dalam rangka Srecnature 2026 ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai pengembangan sektor pertanian modern, berkelanjutan, dan berbasis inovasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa melalui pengenalan teknologi, praktik budidaya, serta sistem pengembangan sumber daya manusia pertanian yang diterapkan di BBPP Lembang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi nasional dan menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi muda.
"Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini," ujar Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci keberlanjutan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan nasional.
"Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian," kata Santi.
Kunjungan diawali dengan penerimaan rombongan oleh Kepala BBPP Lembang, bersamaan dengan penerimaan kunjungan dari Pondok Pesantren Mahasiswa Universal Kota Bandung.
Kepala Balai, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang terbuka sebagai pusat pembelajaran pertanian bagi seluruh lapisan masyarakat sekaligus mendukung program nasional swasembada pangan.
Selama kegiatan, para siswa diajak menjelajahi berbagai sarana pembelajaran dan praktik yang dimiliki BBPP Lembang. Di area Inkubator Agribisnis, peserta mempelajari teknik perbanyakan tanaman kaktus melalui metode grafting atau sambung tempel yang banyak digunakan untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman hias.
Peserta kemudian mengunjungi Zona Rumah Pangan Lestari untuk mempelajari konsep pertanian terpadu yang mengombinasikan budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem yang berkelanjutan.
Pada lokasi yang sama, siswa juga diperkenalkan dengan teknologi budidaya hidroponik menggunakan sistem Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT) yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air.
Pembelajaran berlanjut tentang agribisnis kopi. Di ruang pascapanen kopi, petugas menjelaskan alur pengolahan biji kopi varietas arabica hingga menjadi secangkir kopi melalui proses pascapanen kopi yang baik. Proses mulai dari panen biji kopi, pencucian dan sortasi, pulping, pengeringan, hulling, dan pengemasan biji kopi.
Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh pemahaman mengenai teknologi budidaya modern. BBPP Lembang berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian serta mendorong lahirnya wirausahawan muda pertanian yang mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. (chetty)