UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pertanian Modern kepada Pelajar Bandung, Dorong Minat Generasi Muda Terjun ke Sektor Pertanian

Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang terus mendorong regenerasi petani dengan mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi pertanian yang diikuti 43 siswa SD dan SMP dari Bimbingan Belajar Sony Sugema College (SSC) Kota Bandung di BBPP Lembang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026).


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk menjawab tantangan masa depan.

"Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini," ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

"Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian," jelas Arsanti.

Kunjungan edukatif tersebut disambut oleh jajaran manajemen BBPP Lembang. Perwakilan guru pendamping SSC, Widya Perdana Sari, menyampaikan bahwa proses pembelajaran di SSC tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan tematik di lapangan agar siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal berbagai aktivitas agribisnis yang berlangsung di Inkubator Agribisnis (IA) BBPP Lembang. Mereka berinteraksi langsung dengan petugas lapangan untuk mempelajari budidaya tanaman hortikultura serta berbagai inovasi pertanian yang diterapkan.

Di area screen house tanaman hias, peserta mendapatkan praktik perbanyakan tanaman kaktus melalui teknik grafting atau sambung tempel. Sementara itu, di kawasan Rumah Pangan Lestari (RPL), siswa diperkenalkan pada pemanfaatan pekarangan untuk budidaya sayuran melalui sistem konvensional maupun teknologi hidroponik, seperti Deep Flow Technique (DFT) dan Nutrient Film Technique (NFT).

Pembelajaran kemudian berlanjut di rumah kompos. Di lokasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses pembuatan pupuk organik serta pemanfaatan agens hayati Trichoderma. Teknologi ini menjadi salah satu inovasi BBPP Lembang melalui produk Kom-Mix Hayati, yaitu kompos yang diperkaya pupuk hayati untuk membantu meningkatkan kesehatan tanaman.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada budidaya anggur yang dikembangkan di dalam screen house. Petugas menjelaskan teknik pemeliharaan tanaman, termasuk pentingnya pemangkasan (pruning) secara berkala untuk menghasilkan buah yang berkualitas.

Kunjungan ditutup di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Widyaiswara dan petugas memperkenalkan berbagai produk olahan hasil pertanian yang dikembangkan BBPP Lembang, seperti es krim, sorbet, manisan terung, cabai blok, dan stik wortel. Beragam produk tersebut menarik perhatian peserta yang berkesempatan mencicipi hasil olahan secara langsung.

Melalui kegiatan edukasi ini, Kementan berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal pertanian sebagai sektor modern, inovatif, dan memiliki prospek yang menjanjikan. Pengenalan pertanian sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian serta mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional.