UPT Pelatihan Kementan Asah Hardskill dan Softskill Gen Z melalui Agroeduwisata

Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui UPT pelatihannya yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mengenalkan kegiatan edukasi pertanian kepada 71 siswa-siswi didampingi guru SMK Negeri 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Kamis (21/5/2026). Kegiatan dilakukak dalam rangka upaya regenerasi petani, mengenalkan hardskill dan softskill dibidang pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi bangsa dan membutuhkan peran generasi muda sebagai motor pembangunan.
"Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
"Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian," jelasnya.

Rombongan diterima langsung oleh jajaran manajemen BBPP Lembang. Perwakilan guru pendamping, Yeni Yuliani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi rangkaian kegiatan sekolah yaitu praktik kerja lapangan yang bertujuan memperkenalkan dan membuka wawasan tentang dunia usaha dunia industri.

Rombongan beranjak ke lahan praktik BBPP Lembang, Inkubator Agribisnis (IA) BBPP Lembang seluas 2,5 hektar. Siswa-siswi ini menyimak penjelasan para petugas lapangan tentang kegiatan agribisnis yang ada, dan mengeksplor lebih jauh melalui diskusi lebih detail dengan petugas.

Di screen house tanaman hias, petugas menjelaskan dan mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dengan teknik menempel (grafting).

Di sudut lain, di kawasan rumah pangan lestari, petugas menerangkan dengan sederhana konsep rumah pangan lestari yang mengintegrasikan tanaman, ternak, dan ikan dan menjelaskan kegiatan budidaya sayuran yang diterapkan di BBPP Lembang, baik di lahan, di dalam polybag, dan memanfaatkan teknologi hidroponik sistem deep flow technique dan nutrient film technique.

Beranjak ke lahan praktik lainnya yaitu rumah kompos, murid kelas XI ini diskusi dengan petugas tentang proses pembuatan pupuk organik dan pengaplikasiannya ke tanaman. Dijelaskan juga pemanfaatan agensia hayati Trichoderma yang mampu menyehatkan tanaman.

Koleksi buah-buahan anggur dan melon yang dibudidayakan di dalam screen juga tak luput dari diskusi petugas lapangan dengah guru dan murid. Budidaya anggur yang cukup mudah diaplikasikan di pekarangan asalkan kuncinya adalah proses prunning yang tepat maka tanaman anggur akan menghasilkan buah anggur berkualitas.

Sementara itu melon varietas glamour yang dibudidayakan dengan sistem irigasi tetes di dalam green house juga menjadi bahan diskusi, apalagi sedang masa panen sehingga buah melon yang segar masih menggantung cantik di pohon menjadi bahan diskusi. Peserta kunjungan juga tampak sumringah saat mencicipi daging buah melon yang rasanya manis karena mencapai brix 16.

Selanjutnya, petugas menjelaskan alur pengolahan biji kopi varietas arabica hingga menjadi secangkir kopi melalui proses pascapanen kopi yang baik, mulai dari panen biji kopi, pencucian dan sortasi, pulping, pengeringan, hulling, dan pengemasan biji kopi.

Kunjungan berakhir di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Petugas menjelaskan koleksi olahan pangan yang dihasilkan seperti es krim, sorbet, manisan terung, cabai blok, sistik wortel yang menarik minat siswa dan guru untuk mencicipi rasanya.

Melalui kegiatan ini, Kementan berharap semakin banyak generasi muda, khususnya Gen Z, yang memandang sektor pertanian sebagai bidang yang modern, inovatif, sekaligus menjanjikan sebagai peluang usaha di masa depan.