Cetak Petani Muda, Kementan Latih Gen Z Agribisnis Cabai Merah
Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat langkah menuju swasembada pangan nasional dengan memperkuat kapasitas generasi muda di sektor pertanian. Salah satu upaya konkret dilakukan melalui Pelatihan Agribisnis Cabai Merah bagi Generasi Muda yang digelar Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang pada 5–12 Mei 2026.
Program ini menjadi bagian dari strategi regenerasi petani sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan muda pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan peluang bisnis agribisnis.
Pelatihan diikuti 22 peserta yang berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di BBPP Lembang, di antaranya Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Bengkulu, PEPI Serpong, Universitas Subang, SMKN 2 Subang, dan Universitas Surya Kencana Cianjur.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern dan berkelanjutan.
"Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas tinggi, dan modernisasi pertanian," tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan kompetensi generasi muda menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas serta mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, berharap pelatihan ini dapat membentuk pola pikir kewirausahaan di kalangan peserta sehingga mampu mengembangkan usaha pertanian yang produktif dan bernilai ekonomi.
"Kami berharap peserta tidak hanya memahami teknis budidaya cabai merah, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan agribisnis pertanian di lapangan," ujarnya.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari persiapan benih dan lahan, teknik budidaya cabai merah, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama terpadu, hingga panen dan pascapanen. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai pengolahan hasil, pengemasan dan pelabelan produk pangan, analisis usaha tani, strategi pemasaran, komunikasi efektif, hingga penguatan kelembagaan petani dan ekonomi pertanian.
Sebagai bagian dari praktik lapangan, peserta turut melakukan pengemasan (wrapping) cabai dengan berbagai jenis kemasan, praktik pelabelan produk olahan pangan, serta simulasi komunikasi efektif untuk mendukung pengembangan usaha pertanian.
Salah satu peserta, Putri Nabilah Khoerunnisa Nahjan, mahasiswi semester 6 UPI Bandung, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut.
"Materi yang diberikan sangat jelas dan aplikatif, mulai dari pengolahan lahan hingga pemasaran. Saya paling tertarik pada materi pemasaran dan kelembagaan ekonomi petani karena sangat relevan untuk diterapkan di dunia perkuliahan maupun praktik pertanian ke depan," tuturnya.
Menurut Putri, pemahaman mengenai kelembagaan ekonomi petani menjadi bekal penting untuk membangun sumber daya manusia pertanian yang unggul, berdaya saing, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.