Pertanian Modern, Kementan Ajak Gen Z Terjun ke Hidroponik

Lembang – Upaya regenerasi petani terus diperkuat Kementerian Pertanian (Kementan) guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Di tengah dominasi petani usia lanjut, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pertanian yang produktif, modern, dan berdaya saing.

Sebagai langkah nyata, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mengenalkan teknologi pertanian modern kepada 160 santri tingkat SMA Aliyah Pondok Pesantren Darussalam dalam kegiatan edukasi pertanian yang berlangsung  Selasa (12/5/2026).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi bangsa dan membutuhkan peran generasi muda sebagai motor pengembangan.

"Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini," ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa regenerasi petani menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

"Usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, keterlibatan generasi muda menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian," jelasnya.

Kunjungan edukatif tersebut diterima langsung Kepala BBPP Lembang bersama jajaran manajemen dan widyaiswara. Para peserta diperkenalkan dengan konsep pertanian modern melalui teknologi hidroponik yang kini semakin diminati kalangan muda karena lebih praktis, efisien, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Perwakilan guru pendamping, Saepudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari program pesantren untuk membekali para santri dengan keterampilan yang dapat diterapkan di masyarakat setelah lulus.

"Kami berharap para santri memiliki wawasan dan bekal keterampilan pertanian sehingga bisa bermanfaat saat kembali ke masyarakat," ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang terbuka sebagai pusat pembelajaran pertanian bagi seluruh lapisan masyarakat sekaligus mendukung program nasional swasembada pangan.

Dalam sesi pembelajaran, widyaiswara BBPP Lembang memperkenalkan berbagai sistem hidroponik, mulai dari deep flow technique (DFT), nutrient film technique (NFT), aeroponik, irigasi tetes, hingga wick system, termasuk jenis komoditas yang cocok dibudidayakan pada masing-masing metode.

Tak hanya teori, para santri juga mengikuti praktik langsung di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Mereka mempelajari pembuatan instalasi hidroponik sistem DFT serta berdiskusi mengenai proses budidaya, mulai dari persemaian, peracikan nutrisi AB mix, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen dan pemasaran hasil.

Salah satu peserta, Mulky Abdul Aziz, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut.
"Saya jadi tahu bahwa bertani tidak selalu harus menggunakan tanah. Dengan hidroponik, tanaman bisa tumbuh menggunakan media air. Ini pengalaman dan ilmu baru bagi saya," katanya.

Melalui kegiatan ini, Kementan berharap semakin banyak generasi muda, khususnya Gen Z, yang memandang sektor pertanian sebagai bidang yang modern, inovatif, sekaligus menjanjikan sebagai peluang usaha di masa depan.