Kenalkan Hilirisasi Komoditas Sayuran, Kementan Fokus Regenerasi Petani
LEMBANG – Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan teknologi pertanian kepada 215 siswa-siswi didampingi guru SMA MTS Al-Asiyah Cibinong Bogor yang berkunjung, Rabu (28/1/2026).
Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.
"Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing," tuturnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.
"Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan," kata Santi.
Rombongan diterima secara resmi oleh tim manajemen BBPP Lembang. Kepala Sekolah MTS Al Asiyah, R.A Fauzi mengatakan, "Kami ingin mengenalkan pertanian dan pengelolaannya serta memberi pemahaman kepada anak-anak tentang lingkungan yang akan Jadi rujukan untuk anak-anak tentang pertanian modern. Kedua, kami di sini belajar di luar kelas karena dengan praktik langsung maka akan interaktif dan pastinya menyenangkan," tuturnya.
Dalam kunjungannya, siswa-siswi mempraktikkan 3 jenis olahan pangan yaitu eggroll pisang, eggroll kentang, dan es krim jagung di laboratorium pengolahan hasil pertanian.
Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian memberikan penjelasan tentang sub sistem hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Selanjutnya didampingi petugas, siswa-siswi dikenalkan alat dan bahan pembuatan masing-masing olahan eggroll pisang, eggroll kentang, dan es krim jagung. Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan, mulai dari pencampuran bahan lalu mencetak eggroll pisang dan kentang menggunakan mesin pembuatan eggroll serta membuat adonan es krim hingga menjadi es krim siap konsumsi.
Ratusan siswa-siswi kelas IX ini juga diajak mengelilingi beberapa fasilitas pembelajaran seperti screen house tanaman hias, zona KRPL, sayuran lapang, pascapanen kopi, dan budidaya selada siomak menggunakan teknologi hidroponik sistem deep flow technique (DFT).
Hermalia, salah satu siswi menyampaikan, "Pengalaman saya membuat eggroll kentang, seru sekali dan bermanfaat. Akan saya praktikkan di rumah dan didemonstrasikan saat ada market day di sekolah nanti.
Senada dengan yang disampaikan rekannya, Dwi Sari Maulida di sela-sela membuat es krim dengan lugas mengatakan memperoleh banyak ilmu dengan eksplorasi selama berkunjung di BBPP Lembang. "Senang sekali belajar pertanian di BBPP Lembang," ujarnya. (yoko/che)