Ajak Generasi Muda Terjun ke Sektor Agribisnis, Kementan Perkenalkan Modernisasi Pertanian

Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada 63 mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Duta Bangsa Surakarta. Kunjungan ini berlangsung, Rabu (8/4/2026).


Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Oleh karena itu, Kementan terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, serta membuka ruang inovasi bagi generasi muda di sektor pertanian.

"Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini dapat bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa regenerasi petani sangat dibutuhkan, mengingat mayoritas petani saat ini berusia lanjut, sementara kebutuhan pangan terus meningkat.

"Regenerasi petani menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional," katanya.

Rombongan mahasiswa diterima secara resmi oleh manajemen BBPP Lembang dan diajak mengunjungi Inkubator Agribisnis (IA) seluas 2,5 hektare. Fasilitas ini menjadi lahan praktik bagi peserta pelatihan serta masyarakat umum yang ingin mempelajari pertanian modern, termasuk kalangan akademisi.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, para mahasiswa diperkenalkan pada hilirisasi berbagai komoditas untuk meningkatkan nilai tambah, seperti abon cabai, manisan terung, eggroll pisang, es krim, hingga sorbet.

Mereka juga berkesempatan mencicipi produk olahan tersebut, termasuk sorbet cabai, buah naga, dan mangga yang menawarkan perpaduan rasa asam, pedas, dan manis yang menyegarkan.

Kegiatan dilanjutkan ke zona screen house hidroponik melon dengan sistem irigasi tetes. Mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai teknik budidaya, pemeliharaan, pemberian nutrisi, hingga sistem otomatisasi dan pemasaran hasil panen.

Di zona Rumah Pangan Lestari, mahasiswa mempelajari budidaya seledri menggunakan sistem hidroponik deep flow technique (DFT), dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif terkait pengelolaan nutrisi dan perawatan tanaman.
Kunjungan ditutup di area tanaman hias, di mana peserta dikenalkan pada berbagai jenis kaktus dan sukulen beserta teknik perbanyakannya.

Perwakilan mahasiswa, Willy Pramudita, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. "Ini pertama kalinya kami berkunjung ke BBPP Lembang. Sangat seru dan menambah wawasan kami tentang pertanian modern," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman ini memberikan pengetahuan baru yang belum diperoleh di bangku kuliah, khususnya terkait teknologi hidroponik, pascapanen, dan budidaya tanaman hias.