Kementan Dorong Regenerasi Petani, Gen Z Dikenalkan Praktik Agribisnis Sejak Dini

LEMBANG – Pemerintah terus memperkuat regenerasi petani sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Saat ini, mayoritas petani di Indonesia didominasi kelompok usia lanjut, sehingga keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar sektor ini tetap produktif dan berdaya saing.

Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian (Kementan) mengenalkan dunia pertanian kepada 41 siswa kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School yang didampingi para guru, dalam kunjungan edukatif pada Kamis (16/4/2026).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa, dengan dukungan generasi muda sebagai penggerak utama.

"Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,"ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

"Regenerasi petani sangat penting karena usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Peran generasi muda menjadi sangat krusial,"jelasnya.

Rombongan siswa diterima oleh manajemen BBPP Lembang. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Hairunnisa, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan praktik lapangan.

"Kami ingin siswa mengenal langsung berbagai budidaya komoditas serta teknologi pengolahan hasil pertanian,"ujarnya.
Kunjungan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dalam empat tahap selama bulan April.

Pada tahap awal, siswa diperkenalkan pada budidaya tanaman hias serta agribisnis kopi. Di area screen tanaman hias, peserta mempelajari budidaya kaktus dan sukulen beserta teknik perbanyakannya, seperti teknik tempel dan stek daun. Para siswa tampak antusias mempraktikkan langsung metode tersebut.

Selanjutnya, di lahan terbuka, siswa mengamati tanaman kopi arabika yang tengah berbuah. Kegiatan berlanjut ke gudang pascapanen, di mana peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses pengolahan kopi dari biji hingga siap diseduh.

Proses pascapanen dijelaskan secara runtut, mulai dari pencucian buah kopi (ceri), sortasi, pengupasan kulit (pulping), pengeringan, hingga proses sangrai (roasting) yang menghasilkan biji kopi siap giling (roast bean). Tahapan akhir berupa penggilingan (grinding) menghasilkan bubuk kopi yang siap dinikmati.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin tertarik pada sektor pertanian, tidak hanya sebagai aktivitas budidaya, tetapi juga sebagai peluang agribisnis yang menjanjikan.