Brigade Pangan Turun Tangan! Kementan Gelar Tanam Serentak di Lahan CSR dengan Teknologi Modern
Lembang - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar kegiatan tanam serentak di 17 provinsi di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR), termasuk di Provinsi Riau, dengan melibatkan Brigade Pangan yang didukung alat dan mesin pertanian (alsintan) modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tanam serentak merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan perubahan iklim.
“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional tetap aman,” tegasnya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (09/04) tersebut melibatkan berbagai unit kerja di lingkup Kementerian Pertanian, termasuk Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT). Para penyuluh pertanian dan petani turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan ini di lapangan.
Realisasi tanam bahkan melampaui target, mencapai 10.873,87 hektare dari target awal sebesar 10.000 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah pengembangan CSR.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) ,Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari pengawalan intensif di lapangan.
“Kunci keberhasilan di lapangan adalah pengawalan oleh penyuluh serta kesiapan petani untuk segera menanam tanpa harus menunggu kondisi ideal, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.
Di Provinsi Riau, Brigade Pangan mendapat kepercayaan untuk mengelola lahan seluas 51 hektare yang digarap oleh tiga tim Brigade Pangan di Desa Suak Air Hitam, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir. Pengolahan lahan dilakukan dengan memanfaatkan alsintan modern.
Manajer Brigade Pangan Kita Mandiri, Muhammad Latif, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah lahan menggunakan rotavator dan traktor roda empat sebagai bagian dari persiapan tanam.
“Kami juga memanfaatkan teknologi drone untuk menebar benih di lahan yang telah diolah, sehingga proses tanam menjadi lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, turut hadir untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan optimal, khususnya penggunaan drone dalam kegiatan tanam.
“Kami memfasilitasi pengoperasian drone guna mempercepat proses pertanaman serta mempermudah pekerjaan petani,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain BRMP Provinsi Riau, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rokan Hilir, pemerintah desa setempat, serta para penyuluh dan petani di Desa Suak Air Hitam.
“Ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap upaya swasembada pangan melalui penerapan modernisasi pertanian,” tutup Ajat.