Berikan Konsultasi Gratis Bagi Pelajar, UPT Kementan Kenalkan Potensi Agribisnis Kopi

Kabupaten Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Rabu (23/09/2026). Konsultasi kali ini diadakan di SMKN 1 Arjasari Kabupaten Bandung, Jawa Barat.



KAK adalah salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk mendekati peminat di bidang pertanian. Di tahun 2026, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendekatan pada murid-murid sekolah pertanian untuk mendukung upaya regenerasi pertanian yang dilakukan oleh Kementan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam banyak kesempatan menekankan peran strategis generasi muda dalam memajukan pertanian nasional. Ia meyakini, "Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia."

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa regenerasi petani sangat penting untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat. "Mengingat usia petani kita yang semakin tua, sangat penting untuk mendorong generasi petani baru demi menyokong ketahanan pangan," jelasnya.

Kepala BBPP Lembang Ahmad Dedy Syathori menyampaikan bahwa KAK tahun ini akan berfokus pada regenerasi petani dengan cara menarik minat petani muda. KAK kali ini adalah permulaan untuk rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di sekolah-sekolah pertanian di Provinsi Jawa Barat.

Topik KAK disesuaikan dengan permintaan dari pihak sekolah. Kali ini topik yang ditampilkan oleh BBPP Lembang adalah mengenai agribisnis kopi. Kecamatan Arjasari dikenal sebagai salah satu penghasil kopi di Kabupaten Bandung.

Di Kecamatan Arjasari sendiri budidaya kopi sebagai agribisnis telah dilakukan setidaknya sejak 2007. Nanang Purnama adalah salah satu yang melakukan praktik tersebut. Bersama Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Laksana Mekar yang dipimpinnya, Nanang mengenalkan agribisnis kopi mulai dari budidaya, pengolahan, hingga penjualan.

Pada KAK kali ini, BBPP Lembang menampilkan para widyaiswara dengan peralatan menyeduh kopi bersama dengan Nanang.

“Agribisnis kopi dapat menambahkan nilai jual tanaman kopi di setiap tahapnya. Dari buah ceri kopi hingga green beans saja sudah terjadi penambahan nilai berkali lipat, belum lagi jika diolah sampai ke minuman kopi yang diseduh oleh barista,” terang Aris Hanafiah selaku pemateri dari BBPP Lembang.

Acara disambut antusias oleh para murid yang merupakan gabungan dari kelas 10 hingga kelas 12. Para guru memastikan acara berjalan kondusif dan interaktif. Para murid pun berkesempatan mencicipi kopi yang berasal dari lahan BBPP Lembang.

Kesempatan kali ini praktik yang ditampilkan adalah melakukan penyeduhan kopi dengan dua metode. Metode yang pertama adalah menggunakan syphon. Alat syphon digunakan untuk menghasilkan kopi tanpa ampas dengan menggunakan prinsip immersion atau perendaman.

Menggunakan prinsip tekanan air yang mendorong air dari labu bawah ke tabung atas dengan panas. Panas yang dihasilkan digunakan juga untuk mendidihkan air yang digunakan untuk menyeduh kopi.

Tahap selanjutnya, air yang telah ada di tabung atas kemudian dicampurkan dengan bubuk kopi yang disiapkan sebelumnya dan diaduk. Baru setelah didiamkan beberapa saat api dimatikan dan air akan turun sendirinya ke labu bawah kembali, menghasilkan kopi yang bersih tanpa ampas.

Metode kedua yang ditunjukkan adalah menggunakan mesin espresso. Aris mengenalkan espresso sebagai cara membuat kopi dengan menggunakan air bertekanan tinggi untuk mengekstrak sari-sari kopi sehingga menghasilkan minuman kopi yang pekat.

Seiring mengikuti praktik, beberapa murid mencoba dan mengidentifikasi rasanya. Beberapa mengangguk mencoba memahami kompleksitas rasa, sementara yang lainnya menikmati dan menghirup aromanya.

Menutup acara, Nanag menyampaikan apresiasinya kepada pihak sekolah. Menurutnya beberapa tahun terakhir telah banyak siswa SMKN 1 Arjasari yang melakukan Praktik Kerja Lapangan di P4S Laksana Mekar.

“Yang ditakutkan dalam pertanian saat ini adalah petani Indonesia hanya tinggal cerita. Kami dari P4S bersyukur ada sekolah pertanian yang menumbuhkan kecintaan pada pertanian,” terang Nanang.