Dari Kampus ke Laboratorium Kementan, Gen Z Diasah Jadi Talenta Pertanian Masa Depan

Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan siap bersaing di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Salah satunya melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan.

Sebanyak tiga mahasiswi Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, berhasil menyelesaikan PKL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selama periode 15 Juni hingga 25 Juli 2026. 

Selama lebih dari satu bulan, mereka terlibat langsung dalam berbagai kegiatan di Laboratorium Agensia Hayati Inkubator Agribisnis BBPP Lembang di bawah bimbingan widyaiswara dan tenaga teknis.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda merupakan pilar utama dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang modern, maju, dan berdaya saing.

"Generasi muda menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan melakukan pendampingan secara periodik agar mereka mampu berkembang dan berkontribusi di seluruh sektor pertanian," ujar Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani sebagai strategi menjaga ketahanan pangan nasional.

"Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan pembangunan pertanian Indonesia," ungkap Arsanti.

Selama menjalani PKL, ketiga mahasiswi tidak hanya memperoleh pengalaman praktik laboratorium, tetapi juga mengikuti Pelatihan Agribisnis Brokoli yang diselenggarakan secara gratis oleh BBPP Lembang. Kegiatan tersebut semakin memperkaya wawasan dan kompetensi mereka, baik dari sisi teknis maupun pengembangan agribisnis.

Sebagai penutup rangkaian PKL, dilaksanakan seminar hasil yang menampilkan tiga penelitian mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai pestisida dan fungisida nabati. Penelitian tersebut meliputi pemanfaatan ekstrak daun rosemary sebagai pestisida nabati terhadap larva Spodoptera exigua, identifikasi fitokimia dan aktivitas antijamur ekstrak daun cengkeh terhadap Fusarium oxysporum f.sp. cepae, serta uji daya hambat ekstrak daun sirsak terhadap jamur Colletotrichum penyebab penyakit antraknosa.

Seminar berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang melibatkan para pembimbing, widyaiswara, serta peserta seminar untuk menyempurnakan hasil penelitian sebelum dituangkan dalam laporan akhir.
Pada kegiatan pelepasan yang dilaksanakan Kamis (23/7/2026), para peserta PKL mengaku memperoleh pengalaman berharga selama belajar di BBPP Lembang.

De Suci Syaharani mengungkapkan bahwa kesempatan belajar di Laboratorium Agensia Hayati menjadi pengalaman baru yang sangat berkesan.

"Kami sangat senang bisa praktik kerja di BBPP Lembang. Belajar langsung di Laboratorium Agensia Hayati memberikan pengalaman yang tidak kami dapatkan di kampus. Seluruh pegawai juga sangat mendukung proses pembelajaran kami dari awal hingga selesai," ujarnya.

Hal senada disampaikan Sarah Mardiyanti dan Tazkia Sekar Ayu. Menurut keduanya, suasana belajar yang kondusif dan penuh kekeluargaan membuat pengalaman PKL semakin bermakna.
"PKL di BBPP Lembang sangat menyenangkan. Kami mendapatkan banyak ilmu, teman baru, serta pengalaman nyata yang menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan industri. Kesempatan belajar sambil praktik seperti ini sangat bermanfaat bagi kami," ungkap keduanya.

Melalui program PKL, BBPP Lembang terus menunjukkan komitmennya sebagai pusat pengembangan kompetensi SDM pertanian yang mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri, sekaligus menyiapkan generasi muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan pertanian masa depan.