Lansia Bandung Antusias Belajar Bisnis Olahan Pertanian

Lembang – Usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar dan berkarya. Hal tersebut dibuktikan oleh 77 peserta Sekolah Lansia Dahlia Mekar Kota Cimahi yang antusias mempelajari dunia pertanian dan pengolahan hasil pertanian di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (28/7/2026).

Kunjungan peserta Sekolah Lansia Dahlia Mekar tingkat 1 hingga 3 ini menjadi momentum untuk menambah wawasan dan keterampilan di bidang pertanian. Selain mengenal budidaya tanaman hortikultura, para peserta juga diajak melihat langsung bagaimana hasil pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi menjadi peluang usaha.

Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan SDM yang unggul dan berdaya saing dari berbagai lapisan masyarakat.

"SDM menjadi kunci utama kemajuan pertanian. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat harus terus dilakukan di semua kalangan," ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pembangunan pertanian harus dimulai dari penguatan kualitas SDM melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif serta berkelanjutan.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, beserta jajaran manajemen. Dalam sambutannya, Yullyndra menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap para peserta mendapatkan pengalaman serta pengetahuan baru yang dapat diterapkan setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

"Selamat datang dan terima kasih atas berkenannya berkunjung ke sini. Kami berharap Bapak dan Ibu mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang banyak. Silakan mengeksplorasi seluas-luasnya. Semoga setelah dari sini mendapatkan oleh-oleh berupa ilmu dan pengalaman baru yang bermanfaat nantinya," tutur Yullyndra.

Pembina Sekolah Lansia Dahlia Mekar Cimahi, Inne Suherna Sasmita, juga mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan BBPP Lembang.

"Alhamdulillah kami diterima di sini dengan suka cita. Semoga kita dapat membawa pulang manfaat yang berguna sekali untuk Kecamatan Cimahi Utara," ujar Inne.

Selama kunjungan, peserta berkesempatan mengenal pengelolaan dan budidaya tanaman hortikultura, mulai dari tanaman hias, sayuran, hingga buah-buahan. Pengetahuan tersebut memberikan gambaran kepada peserta bahwa sektor pertanian memiliki ruang pembelajaran yang luas dan dapat dikembangkan menjadi berbagai aktivitas produktif.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat mereka mengunjungi laboratorium pengolahan hasil pertanian. Di lokasi tersebut, widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian menjelaskan mengenai empat subsistem dalam agribisnis, dengan fokus utama pada subsistem hilir, yaitu pengolahan hasil pertanian.

Peserta mendapatkan pemahaman bahwa pengolahan hasil pertanian dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperpanjang masa simpan. Selain itu, kegiatan pengolahan juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh di sekitar.

Tak hanya menerima materi, para peserta juga terlibat langsung dalam praktik membuat dua produk olahan, yaitu es krim jagung dan sistik wortel. Mereka diperkenalkan dengan alat dan bahan yang relatif mudah didapat dan terjangkau, kemudian mengikuti tahapan pengolahan mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengemasan dan pelabelan produk.

Pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Salah satunya Heni, yang mengaku senang mendapatkan kesempatan belajar pertanian secara langsung di BBPP Lembang.

"Sangat menyenangkan belajar pertanian di BBPP Lembang karena memperoleh banyak pengetahuan, mulai dari budidaya tanaman hias, tanaman melon dengan hidroponik, hingga pengolahan hasil pertanian berupa es krim jagung dan sistik wortel," ungkap Heni.

Menurut Heni, pengolahan komoditas sayuran menjadi produk pangan kreatif dapat menjadi solusi untuk memperkenalkan sayuran kepada anak-anak yang kurang menyukainya. Di sisi lain, produk olahan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha.

"Pengolahan komoditas sayuran ini dapat menjadi alternatif solusi bagi anak yang tidak suka sayur dan ternyata dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan," tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Para lansia tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang pertanian, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk tetap aktif, mandiri, dan produktif.

Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki manfaat yang luas, tidak hanya sebagai sektor penyedia pangan, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, kreativitas, dan peluang ekonomi. Melalui kegiatan seperti ini, para lansia diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pola hidup produktif sekaligus berkontribusi dalam menyediakan pangan yang sehat dan bergizi bagi keluarga.