Siapkan Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045, UPT Pelatihan Kementan Perkuat Kompetensi melalui Program PKL
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatanmenegaskan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam menjawabtantangan sektor pertanian ke depan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemudayang cerdas, tangguh, dan pantang menyerah dalam menghadapi dinamika global.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SumberDaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwaregenerasi petani merupakan tantangan strategis yang harus segera diatasi.
“Di sisi lain, kebutuhan pangan terus meningkat. Oleh karena itu,regenerasi petani menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan pangannasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa UPT pelatihan Kementan harus berperan aktifdalam mencetak SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing guna mendukungtarget swasembada pangan.
Sebagai bentuk implementasi, BBPP Lembang membuka program PKL bagipeserta didik dari berbagai lembaga pendidikan pertanian, baik sekolah menengahkejuruan maupun perguruan tinggi. Program ini dirancang untuk memberikanpengalaman praktik langsung sekaligus penguatan kapasitas teknis dan manajerialdi bidang agribisnis.
Sebanyak enam siswa dari SMKN 2 Subang memanfaatkan kesempatan iniuntuk mendalami berbagai komoditas unggulan di Inkubator Agribisnis BBPPLembang, di antaranya budidaya kentang, anggur, melon, cabai rawit, kubis, danselada keriting.
Selama tiga bulan pelaksanaan PKL, peserta tidak hanya melakukanpraktik lapangan, tetapi juga mengikuti proses pembelajaran dalam suasanaakademis. Mereka didampingi oleh widyaiswara sesuai keahlian masing-masingkomoditas, serta dibekali kemampuan analisis dan pelaporan.
Salah satu peserta, Intan Pebriyanti, mempresentasikan hasilpembelajaran terkait teknik budidaya kentang granola yang dikembangkan secarahidroponik. Sementara peserta lainnya seperti Wahri, Nela Adorsina Rumbekwan,Rifan Fauzi, Raditya Faddil Nugraha, dan Mahendra Surya Saputra juga memaparkanhasil PKL sesuai bidang yang dipelajari.
Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta diwajibkan menyusun laporandan mempresentasikannya di hadapan widyaiswara. Dalam sesi ini, merekamendapatkan masukan dan penguatan materi guna meningkatkan kualitas pemahamanserta kesiapan saat kembali ke institusi pendidikan masing-masing.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa program PKL menjadisalah satu instrumen strategis dalam mendukung kebijakan Kementan.
“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian melaluipelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan, sebagai bagian dari dukunganterhadap program strategis Kementan,” ujarnya saat di temui Senin (30/03/26).
Melalui program ini, BBPP Lembang diharapkan mampu mencetak generasimuda pertanian yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptifterhadap perkembangan teknologi dan mampu berkontribusi dalam mewujudkanketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.