Kementan Kenalkan Pertanian kepada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam untuk Peluang Bisnis Masa Depan

LEMBANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan teknologi pertanian kepada 20 mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Muhajirin Purwakarta, Jumat (23/01/2026).

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pembinaan, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.

"Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing," tuturnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.

"Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan," kata Santi.
Rombongan kunjungan diterima secara resmi oleh tim manajemen BBPP Lembang. Dalam kunjungannya, para siswa diajak menuju 3 lokasi di lahan praktik Inkubator Agribisnis, yaitu laboratorium pengolahan hasil pertanian, screen house tanaman hias, dan gudang pascapanen kopi.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian menjelaskan konsep pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Dijelaskan aneka olahan pangan yang diproduksi diantaranya es krim jagung, sorbet mangga, sorbet cabai, eggroll kentang dan pisang, abon cabai manisan terung, dan teh rosemary.

Beranjak ke lokasi berikutnya, petugas menjelaskan perbanyakan kaktus dengan teknik grafting dan sukulen dengan stek daun yang cukup mudah karena bisa dipraktikkan generasi muda dan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan di masa depan.

Terakhir, peserta diajak mengenal pascapanen kopi, mulai dari panen kopi, pencucian, pengelupasan kulit biji kopi, pengeringan, grading hingga menghasilkan biji kopi berkualitas yang siap untuk diseduh dan dinikmati dan bernilai jual tinggi. 

Bahagia sekali kami bisa berkunjung ke BBPP Lembang. Banyak ilmu baru yang belum pernah kami ketahui sebelumnya tentang pertanian, walau singkat kunjungan kami namun berkesan, tutur beberapa mahasiswi kompak."  (yoko/chetty)