Kementan Fokus Regenerasi Petani Muda, Siapkan Mahasiswa UIN Bandung masuk ke DUDI

Lembang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Seminar Hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (4/8/2026).


Seminar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil praktik kerja lapangan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian yang unggul.

Empat mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah menyelesaikan program PKL di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan bahwa pembangunan pertanian modern harus ditopang oleh generasi muda yang memiliki kompetensi, inovasi, dan pengalaman lapangan.

"Pertanian masa depan membutuhkan generasi muda yang menguasai teknologi, riset, dan inovasi. Karena itu, kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi harus terus diperkuat agar lahir SDM pertanian yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa program praktik kerja lapangan merupakan salah satu strategi dalam memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

"Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan belajar langsung di lapangan agar mampu mengintegrasikan teori dengan praktik. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menciptakan lulusan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia," ujarnya.

Plt. Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna, mengatakan bahwa seminar hasil PKL menjadi bagian dari proses evaluasi pembelajaran sekaligus media diseminasi hasil pengamatan mahasiswa yang dilaksanakan selama mengikuti praktik kerja lapangan.

"Setiap pengamatan yang dipresentasikan mahasiswa merupakan hasil pembelajaran langsung di lapangan. Kami berharap pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung pengembangan teknologi budidaya hortikultura di masa mendatang,”

 

“BBPP Lembang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mencetak SDM pertanian yang inovatif dan berdaya saing,” tutur Adi.

Dalam seminar ini, mahasiswa mempresentasikan berkaitan dengan teknologi persemaian dan budidaya tanaman hortikultura.

Salah satu hasil praktik kerja yang dipaparkan oleh Nova Nurillah berjudul "Perbandingan Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Bibit Selada (Lactuca sativa L.) pada Berbagai Komposisi Media Semai di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang." Penelitian ini mengevaluasi pengaruh berbagai komposisi media semai terhadap keberhasilan perkecambahan dan pertumbuhan awal bibit selada.

Hasilnya menunjukkan bahwa pemilihan media semai yang tepat berperan penting dalam menghasilkan bibit yang sehat, seragam, dan memiliki pertumbuhan optimal sebagai tahap awal budidaya.

Laporan lainnya dipresentasikan oleh Aurelia Nur Athifa dengan judul "Perbandingan Pertumbuhan Benih Brokoli (Brassica oleracea L.) pada Media Persemaian dengan Berbagai Perlakuan Nutrisi di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang." Hasil kerja melihat pengaruh perlakuan nutrisi pada fase persemaian terhadap pertumbuhan awal benih brokoli.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pengelolaan nutrisi yang tepat mampu mendukung pertumbuhan bibit yang lebih baik sehingga berpotensi meningkatkan kualitas tanaman pada fase budidaya berikutnya.

Selain itu, Audry Nur Utary mempresentasikan praktik kerja berjudul "Perbandingan Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Benih Pakcoy (Brassica rapa L. var. chinensis) pada Perlakuan Cahaya Terang dan Gelap pada Fase Awal Persemaian." Penelitian tersebut mengkaji pengaruh kondisi pencahayaan terhadap proses perkecambahan dan pertumbuhan awal benih pakcoy sebagai dasar dalam menentukan teknik persemaian yang lebih efektif.

Sementara itu, Noer Syaifa Rahmawati memaparkan praktik kerja "Perbandingan Perkecambahan dan Pertumbuhan Awal Benih Melon (Cucumis melo L.) Varietas Sakata Glamour F1 terhadap Lama Perendaman dalam Larutan Kitosan." Praktik kerja ini menyoroti pemanfaatan larutan kitosan sebagai perlakuan benih untuk meningkatkan viabilitas serta mendukung pertumbuhan awal tanaman melon.

Melalui Seminar Hasil PKL ini, BBPP Lembang berharap kolaborasi dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkembang untuk menarik minat generasi muda ke sektor pertanian. Sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Pertanian diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta mendukung percepatan transformasi menuju pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berkelanjutan.