Kementan Gelar Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan dan Pengolahan Hasil
LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji
Kompetensi (TUK) Mandiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang,
menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi untuk 2 skema sertifikasi yaitu Bidang
Penyuluhan Pertanian Level Supervisor Pertama dan Fasilitator Pemula serta
Pengolahan Hasil Pertanian. Sertifikasi dilaksanakan selama 3 hari, 4 – 6
September 2026 di BBPP Lembang.
Enam belas orang asesi mengikuti sertifikasi,
terdiri dari 7 orang yang mengikuti skema sertifikasi pengolah susu kedelai,
dan 9 orang mengikuti sertifikasi skema penyuluhan pertanian yaitu 8 orang
level supervisor pertama dan 1 orang level fasilitator pemula. Peserta
merupakan widyaiswara, pelaku usaha dan petugas laboratorium pengolahan hasil
pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor
pertanian secara modern dan berkelanjutan.
“Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini
menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas
tinggi, dan modernisasi pertanian,” tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan
Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa
penguatan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas
serta mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.
Saat pembukaan kegiatan, Jumat (4/9/2026), Ketua
Kelompok Substansi Standarisasi dan Sertifikasi Pertanian Pusat Pelatihan
Pertanian, menjelaskan bahwa terdapat 204 skema sertifikasi secara nasional
untuk bidang pertanian.
Sementara itu, Kepala Balai sekaligus asesor
kompetensi bidang penyuluhan pertanian, Ahmad Dedy Syathori, menyampaikan,
tujuan dari pelaksanaan sertifikasi ini bahwa harus ada standarisasi kompetensi
bagi semua widyaiswara.
“Diharapkan widyaiswara dapat memberikan pemahaman
yang lebih baik kepada peserta pelatihan dan tidak ada kesenjangan yang lebar.”
ujarnya.
Metode yang digunakan oleh asesor untuk menguji para
asesi dengan unjuk portofolio, ujian tertulis, dan unjuk kerja.
Saat penutupan sertifikasi, tim asesor menyatakan
bahwa 16 orang asesi dinyatakan kompeten.
Salah seorang Asesi yang merupakan widyaiswara BBPP
Lembang, Toni Nugraha, menceritakan pengalamannya sebagai widyaiswara banyak
mendampingi dan mempersiapkan penyuluh menghadapi uji kompetensi sehingga saat
ini merasakan langsung prosesnya. “Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus
refleksi dan penyegaran kompetensi,” katanya.
“Pengalaman ini menjadi bekal untuk menjalankan
peran sebagai asesor secara professional, obyektif, dan berintegritas,” tutur
Toni.
Sementara itu peserta sertifikasi pengolah susu
kedelai, Widiasari, juga mengatakan hal serupa.
“Alhamdulilah setelah mengikuti sertifikasi pembuatan susu kedelai, saya jadi lebih memahami proses produksi yang sesuai SOP dan standar mutu kedelai dan kami senang semua dinyatakan kompeten", tutup Widiasari.