Kementan dan TNI AD Perkuat Sinergi, 50 Prajurit Digembleng Kompetensi Pertanian
Lembang — Kementerian Pertanian (Kementan) bersama TNI Angkatan Darat (TNI AD) memperkuat sinergi dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pelatihan bagi prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 956 Sultan Bidar Alam.
Kegiatan bertajuk Latihan Kader Pelatih Proglatsi Sistem Blok Kompi Yonif TP 956 Sultan Bidar Alam tersebut berlangsung selama lima hari, 27 Agustus–1 September 2026, dengan melibatkan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikter) Pusterad.
Sebanyak 50 prajurit Yonif TP dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dengan praktik langsung di lapangan. Materi dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar pertanian yang dapat diterapkan sesuai potensi wilayah masing-masing.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.
"Kolaborasi ini sangat penting agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan. Sektor pertanian memiliki keunggulan komparatif yang mampu mendorong perubahan besar bagi bangsa," ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang unggul, adaptif, produktif, dan berdaya saing melalui sinergi berbagai pihak, termasuk TNI.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi Good Agricultural Practices (GAP), teknik budidaya, hingga penanganan pascapanen dan pengolahan hasil pertanian. Komoditas yang dipelajari meliputi tanaman pangan, palawija, hortikultura, dan kopi.
Pembelajaran klasikal dilaksanakan di Pusdikter Pusterad pada 24–26 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik lapangan di BBPP Lembang pada 27 Agustus–2 September 2026.
Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti berbagai praktik pertanian. Mereka belajar melakukan pengujian pH tanah menggunakan indikator alami ekstrak kol ungu, persemaian benih, pengolahan lahan menggunakan cultivator dan traktor roda dua, serta pembuatan bedengan.
Peserta juga mendapatkan pengalaman dalam penanganan hasil pertanian, antara lain mengukur kadar air biji, melakukan pemipilan jagung, serta mempraktikkan pengolahan biji kopi.
Pada praktik budidaya, para prajurit terlibat langsung dalam penanaman padi, jagung, dan kopi di lahan inkubator agribisnis. Mereka juga mempelajari proses sortasi dan grading hasil pertanian serta mendapatkan simulasi mengenai strategi pemasaran produk.
Materi pelatihan turut mencakup pengolahan hasil pertanian berbasis inovasi. Peserta berkesempatan mempraktikkan pembuatan produk olahan seperti es krim jagung dan stik wortel, sekaligus mempelajari tahapan panen dan pascapanen kopi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara resmi pada 2 September 2026. Komandan Pusdikter Pusterad, Brigjen TNI Andree Saputro, berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di wilayah tugas masing-masing.
"Saya berharap ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk diterapkan di wilayah masing-masing sesuai potensi pertanian yang ada dan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian," ujarnya.
Salah satu peserta, Letda Inf. Sandi Lukman Nugroho, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertanian, tetapi juga membentuk karakter prajurit yang adaptif dan produktif.
"Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta membentuk karakter prajurit yang adaptif dan produktif. Kami juga berterima kasih kepada BBPP Lembang karena materi disiapkan mulai dari teori hingga praktik dengan baik, didukung pengajar yang expert di bidangnya serta lahan praktik untuk tanaman pangan, hortikultura, maupun tanaman industri," ujarnya.
Sandi berharap kolaborasi antara Pusdikter dan BBPP Lembang dapat terus berlanjut, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan dan mencetak kader pelatih yang mampu menularkan pengetahuan pertanian kepada masyarakat.
"Kolaborasi berkelanjutan antara Pusdikter dengan BBPP Lembang diharapkan terus mendukung kegiatan ketahanan pangan dan melatih kader pelatih, baik dari militer maupun sipil, agar program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,"katanya.
Kolaborasi Kementan dan TNI AD tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas SDM sekaligus mendorong keterlibatan berbagai elemen dalam pembangunan pertanian. Sinergi antara kemampuan pertahanan dan penguatan sektor pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan kemandirian pangan nasional.