Regenerasi Petani, Kementan Aplikasikan IPTEK Sektor Pertanian

Lembang – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Seminar Hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Rabu (26/8/2026) di Kelas Krisan 4 BBPP Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 



Kegiatan diikuti oleh lima mahasiswa yang telah melaksanakan PKL di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang sebagai bagian dari proses pengembangan keterampilan di bidang pertanian.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, PKL  di Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan sumber daya manusia pertanian melalui pelatihan, praktik, dan penguasaan teknologi. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia.

”Kita perlu melibatkan kaum milenial dalam proses produksi pertanian agar mereka dapat berkontribusi secara aktif dan kreatif," tegas Mentan Amran.

Mendukung, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen pemerintah dalam melatih Sumber Daya Pertanian muda.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,”kata Santi.

Kegiatan seminar PKL bertujuan untuk memperkuat hasil yang dipelajari selama praktik budidaya di BBPP Lembang. Hal ini diwajibkan bagi seluruh peserta yang menjalani PKL. Sistematika seminar sendiri dilakukan sesuai standar akademis dengan pembimbing dan penguji dari widyaiswara BBPP Lembang.

Dalam kegiatan tersebut, Nana Septiana memaparkan hasil kerja dengan judul “Respons Berbagai Intensitas Pemangkasan terhadap Pembungaan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.” Selama di BBPP Lembang, Nana berfokus pada pelaksanaan pemangkasan tanaman kopi Arabika dengan berbagai intensitas serta pengamatan terhadap respons pembungaan tanaman.

Selanjutnya, Muhammad Nur Salim menyampaikan hasil kerja “Alternatif Perbanyakan Sukulen Echeveria ‘Lemon Lime’ Melalui Teknik Vegetatif untuk Menghasilkan Banyak Tunas di Screen House Tanaman Hias Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.” Salim menerapkan teknik perbanyakan vegetatif pada tanaman sukulen untuk menghasilkan tunas baru.

Aura Mutiara memaparkan hasil kerja berjudul “Pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) pada Benih Stroberi (Fragaria x ananassa) Hasil Perbanyakan Stolon di Inkubator Agribisnis Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang.” Praktik Aura ini berfokus pada penerapan pupuk organik cair pada benih stroberi yang diperoleh melalui perbanyakan stolon.

Sementara itu, Muhammad Reza Adhitya menyampaikan hasil kerja “Perbandingan Tingkat Keberhasilan Grafting pada Tanaman Kaktus Gymnocalycium mihanovichii ‘Variegata’ dan Copiapoa hypogaea di Screen House Tanaman Hias Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.” Reza mendalami perbanyakan kaktus dengan teknik grafting yang mendukung perbanyakan tanaman hias tersebut.

Adapun M. Sentrino Putra memaparkan hasil kerja “Mutu Organoleptik Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Hasil Fermentasi Metode Wine dengan Penambahan Pisang Ambon (Musa sp.) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.” Sentrino mempelajari proses fermentasi kopi menggunakan metode wine dengan penambahan pisang Ambon serta pengamatan mutu organoleptiknya.

Melalui seminar hasil PKL ini, BBPP Lembang terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan hasil kerja dan pengalaman yang diperoleh selama praktik di lapangan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan mahasiswa sekaligus mempererat kolaborasi antara BBPP Lembang dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian.