Siapkan Generasi Muda Tangguh, Kementan Bekali Brigade Pangan Pangandaran Kompetensi Pertanian Modern
Pangandaran – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Pangandaran pada 19–21 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Padaherang dan diikuti 39 anggota Brigade Pangan dari Kabupaten Pangandaran.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis komoditas padi pada kawasan optimalisasi lahan dan program cetak sawah. Upaya tersebut sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian.
Program Brigade Pangan menjadi salah satu strategi Kementan dalam mempercepat regenerasi petani sekaligus mendorong pengembangan pertanian berbasis teknologi dan bisnis yang dikelola generasi muda.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai ujung tombak modernisasi sektor pertanian.
“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Brigade Pangan merupakan kolaborasi antara penyuluh, petani, dan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan daerah.
“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian serta ketahanan pangan daerah,” katanya.
Menurutnya, program ini juga menjadi ruang strategis untuk mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di masa depan.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan bahwa konsep Brigade Pangan yang sebelumnya berkembang di sejumlah wilayah luar Pulau Jawa kini mulai diterapkan di Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Pangandaran.
“Tujuan pembentukan Brigade Pangan adalah meningkatkan kepedulian generasi milenial terhadap sektor pertanian. Ciri khas Brigade Pangan yakni anggotanya menguasai modernisasi pertanian, mulai dari penggunaan benih unggul hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian seperti traktor, combine harvester, cultivator, dan drone untuk meningkatkan efisiensi usaha tani,” jelasnya saat membuka pelatihan.
Ia berharap setiap Brigade Pangan yang dipimpin seorang manajer dan beranggotakan sekitar 15 orang mampu memahami tugas serta fungsi masing-masing sehingga dapat berjalan optimal dan berkontribusi pada peningkatan produksi maupun produktivitas pertanian.
“Harapannya Brigade Pangan dapat berkembang menjadi kelembagaan ekonomi petani yang lebih maju karena digerakkan oleh generasi muda,” tambahnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi teori dan praktik terkait pengoperasian serta perawatan alat mesin pertanian (alsintan), meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, hingga combine harvester untuk panen padi.
Melalui pelatihan ini, anggota Brigade Pangan diharapkan mampu mengoperasikan alsintan secara efektif, melakukan perawatan secara mandiri, serta mengoptimalkan pemanfaatannya untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan keuntungan kelompok.