Dari Hidroponik hingga Kultur Jaringan, Mahasiswa Unsur Asah Kompetensi di UPT Pelatihan Kementan
Lembang — Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan pertanian modern berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui pembukaan kesempatan praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa di unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Program ini diharapkan menjadi sarana penguatan kompetensi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya inovasi pertanian yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sebanyak lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, telah menyelesaikan tahap akhir PKL di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Mereka yakni Siti Aminah, Siti Naisya Nazmanur, Denisa Safitri, Nusela Rahmawati, dan Selia Nur Asfia. Pada tahap akhir kegiatan, para mahasiswa memaparkan hasil pembelajaran dan temuan selama menjalani PKL.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, penerapan teknologi menjadi faktor penting dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berdaya saing.
“Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman,” ujar Mentan Amran.
Menurutnya, teknologi pertanian harus mampu mempermudah proses budidaya serta meningkatkan keuntungan bagi petani.
“Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam memperkuat pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan pertanian masa depan.
“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.
Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika saat ditemui Selasa (19/05/26), menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda pertanian yang kompeten melalui berbagai program peningkatan kapasitas, mulai dari pelatihan, kunjungan edukatif, hingga praktik kerja lapangan.
Selama menjalani PKL, kelima mahasiswa tersebut ditempatkan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang dengan fokus pembelajaran pada teknologi budidaya modern.
Siti Aminah, Siti Naisya Nazmanur, Denisa Safitri, dan Nusela Rahmawati mempelajari budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik. Aminah dan Naisya mendalami budidaya melon, sedangkan Denisa dan Nusela mengembangkan tanaman tomat beef yang dibudidayakan di smart greenhouse menggunakan teknologi irigasi tetes.
Sementara itu, Selia Nur Asfia melakukan penelitian budidaya kentang varietas granola melalui teknik aeroponik dan kultur jaringan. Proses pengembangan tanaman dilakukan di laboratorium sebelum dipindahkan ke screen house kentang aeroponik sebagai bagian dari tahapan pembesaran bibit.
Pengalaman tersebut dinilai memberi wawasan baru mengenai penerapan teknologi dalam sektor pertanian modern.
Mewakili rekan-rekannya, Selia menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar yang diperoleh selama PKL di BBPP Lembang.
“Saya bersyukur dapat melaksanakan PKL di BBPP Lembang karena banyak meningkatkan pengetahuan dan keterampilan saya, terutama mengenai teknik kultur jaringan,” ungkap Selia.
Melalui program PKL ini, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian dengan bekal keterampilan, inovasi, dan penguasaan teknologi sehingga mampu menjadi motor penggerak pertanian Indonesia di masa depan.