Siap Wujudkan Swasembada Pangan, Penyuluh Pertanian Kalimantan Tengah Ikuti ToT
LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Training of Trainers Mendukung Brigade Pangan Angkatan 1 dan 2, yang dilaksanakan secara hybrid. Sesi daring telah dilaksanakan, dilanjutkan sesi luring (offline), 18 – 21 Maret 2025, di Asrama Haji Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah. Pelatihan diikuti 60 penyuluh pertanian Provinsi Kalimantan Tengah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Brigade Pangan adalah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Ia menambahkan, program ini juga diharapkan dapat mewujudkan swasembada pangan Indonesia. "Pendampingan yang efektif penting untuk memastikan keberhasilan program ini. Kementan melibatkan penyuluh pertanian untuk mendampingi brigade pangan," ujar Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan brigade pangan sudah terbentuk dibeberapa wilayah di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman. "Kami mengharapkan dukungan para penyuluh pertanian, sebagai ujung tombak untuk membantu mendorong dan mendiseminasikan inovasi kepada patani agar kesejahteran yang menjadi target utama dapat terwujud," ungkapnya.
Selama sesi luring, peserta memperoleh materi secara klasikal dan praktik dari widyaiswara BBPP Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Materi klasikal tentang pemeliharaan padi lahan rawa dan penanganan pascapanen serta penyusunan proposal agribisnis berorientasi bisnis.
Sedangkan materi praktik dilaksanakan di lokasi Brigade Pangan Muda Jaya Sejahtera Kabupaten Pulang Pisau, tentang pengoperasian tractor roda 2, combine harvester. Sementara itu materi pengoperasian drone spray diberikan oleh PT. Maxxi Tani Teknologi Kalimantan.
Kepala Balai, Ajat Jatnika, saat menutup pelatihan, Jumat (21/3/2025), mengapresiasi kolaborasi yang telah kita lakukan dalam upaya swasembada pangan yang sangat penting ini untuk kedaulatan pangan bangsa Indonesia. "Saya berharap Kalimantan Tengah bisa berperan aktif menjadi leading sektor pangan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini," katanya.
Kartika, salah satu peserta yang berasal dari Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau, menyatakan rasa bersyukurnya bisa mengikuti pelatihan ini. "Kegiatan ini menambah pengalaman dan pengetahuan kami. Selain itu bisa serta silaturahmi, saling bertukar pengalaman dengan penyuluh pertanian lainnya berkaitan pencapaian swasembada pangan," katanya.