Dari Sorbet Mangga hingga Kaktus, Cara UPT Pelatihan Kementan Menghipnotis Siswa Jadi Petani Muda

Lembang – Upaya regenerasi petani terus diperkuat sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Di tengah dominasi petani usia lanjut, keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar pertanian tetap produktif dan berdaya saing.

Melalui konsep agroeduwisata, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kementerian Pertanian (Kementan), mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar sejak dini. Sebanyak 51 siswa kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School mengikuti kunjungan edukatif pada Selasa (28/4/2026).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa, dengan generasi muda sebagai penggerak utama.

"Pertanian adalah sektor yang mampu mengubah republik ini. Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang besar," ujar Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

"Usia petani yang semakin menua menjadi tantangan serius. Di sisi lain, kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, generasi muda harus hadir sebagai penerus," jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapatkan pengalaman langsung mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga budidaya tanaman hias. Di laboratorium pengolahan, peserta dikenalkan pada pembuatan sorbet mangga sebagai contoh produk bernilai tambah.

Dengan bahan sederhana dan proses yang mudah, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat kewirausahaan sejak dini. Para siswa pun antusias mempraktikkan langsung pembuatan sorbet dan mencicipi hasilnya.

Selain itu, di area screen house tanaman hias, peserta belajar budidaya kaktus dan sukulen, termasuk teknik perbanyakan seperti grafting dan stek daun. Praktik langsung ini semakin meningkatkan ketertarikan siswa terhadap dunia pertanian.

Kepala Sekolah SMP Budi Cendekia Islamic School, Tri Wahyuni, mengapresiasi program edukasi yang telah rutin diikuti selama tiga tahun terakhir.

"Program ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan pertanian kepada siswa. BBPP Lembang memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan menyenangkan," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut dengan inovasi yang semakin berkembang, sehingga mampu menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk berkontribusi di sektor pertanian.

"Semoga semakin banyak inovasi yang bisa disebarluaskan kepada pelajar dan masyarakat, agar pertanian Indonesia semakin maju," tambahnya.