Ajak Generasi Muda Terjun ke Sektor Agribisnis, Kementan Perkenalkan Modernisasi Pertanian

Lembang – Sinergi strategis antara Kementerian Pertanian dan TNI Angkatan Darat terus diperkuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui kegiatan Latihan Kader Pelatih Proglatsi Sistem Blok Kompi Khusus Yonif Teritorial Pembangunan (TP) Tahun Anggaran 2026 yang digelar selama dua pekan, 15–26 April 2026.

Sebanyak 51 prajurit Yonif TP dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti pelatihan intensif yang memadukan teori dan praktik langsung di lapangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan yang berkelanjutan.

"Kolaborasi ini sangat penting agar program swasembada pangan dapat berjalan berkelanjutan. Sektor pertanian memiliki keunggulan komparatif yang mampu mendorong perubahan besar bagi bangsa,"ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing melalui sinergi berbagai pihak, termasuk TNI.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi Good Agricultural Practices (GAP), teknik budidaya, hingga pascapanen dan pengolahan hasil untuk komoditas padi, palawija, hortikultura, hingga kopi. Sesi klasikal berlangsung di Pusdikter Pusterad pada 15–19 April, sementara praktik lapangan digelar di BBPP Lembang pada 21–26 April 2026.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat praktik lapangan. Para prajurit langsung terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari uji pH tanah menggunakan indikator alami ekstrak kol ungu, persemaian benih, hingga pengolahan lahan menggunakan cultivator dan traktor roda empat.

Mereka juga dilatih membuat bedengan dengan mulsa plastik, serta melakukan praktik pascapanen seperti pengukuran kadar air biji, pemipilan jagung, hingga pengolahan kacang-kacangan.

Tak hanya itu, peserta turut mempraktikkan penanaman cabai dan jagung di lahan inkubator agribisnis, serta melakukan sortasi, grading, dan pengemasan produk hortikultura seperti tomat, kentang, seledri, pakcoy, dan ketimun. Bahkan, mereka diajak mensimulasikan strategi pemasaran hasil pertanian.

Di bidang pengolahan hasil, peserta juga mencoba inovasi produk seperti es krim jagung dan stik wortel, hingga praktik panen dan pascapanen kopi.

Salah satu peserta, Letda Inf. Ari Setyadyi, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini.
"Pelatihan ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus membentuk karakter prajurit yang adaptif dan produktif,"ujarnya saat penutupan kegiatan.

Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut.

"Ke depan, kami ingin tidak hanya tangguh dalam tugas militer, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.”

Melalui kolaborasi ini, Kementan dan TNI AD menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan demi mewujudkan kemandirian bangsa.