Belasan Generasi Muda Sumatera Barat Pelajari dan Praktikkan Teknologi Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

Lembang – Sebelas orang mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Andalas Sumatera Barat melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mulai 6 Juli - 21 Agustus 2026. 


Selasa (18/8/2026), dilaksanakan seminar hasil. Ini menjadi kewajiban bagi semua siswa dan mahasiswa yang PKL di BBPP Lembang untuk mempertanggungjawabkan dan mempresentasikan hasil praktik kerja.

Kegiatan seminar dihadiri widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas serta siswa dan mahasiswa yang juga sedang praktik kerja.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi generasi muda dalam mempersiapkan sumber daya manusia pertanian. 

Mentan Amran menyampaikan bahwa pendidikan perlu diiringi dengan proses dan pengalaman nyata di lapangan agar generasi muda memiliki kemampuan untuk memahami serta menghadapi berbagai tantangan pembangunan pertanian.
"Sekolah setinggi langit, kalau tidak berproses di alam bebas, jangan mimpi mampu mengambil dan menindaklanjuti kebijakan," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman praktik di lapangan. 

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi generasi muda pertanian agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor pertanian.

Melalui kegiatan PKL di BBPP Lembang, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui praktik secara langsung di Inkubator Agribisnis. Kegiatan agribisnis mencakup proses penanaman, pemeliharaan, dan pengamatan pertumbuhan tanaman.

Satu persatu mahasiswa menyampaikan laporan hasil praktik, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama 2 bulan berada di BBPP Lembang. Mereka terbagi ke dalam beberapa zona yaitu zona rumah kompos, agensia hayati, zona budidaya sayuran dan buah dengan hidroponik sistem irigasi tetes, DFT, dan NFT serta sayuran lapang.

Setelah itu dilanjutkan diskusi dan tanya jawab dengan pembahas dan peserta seminar.

Pelaksanaan Seminar Hasil PKL menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani praktik di BBPP Lembang. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kondisi praktik di lapangan.

Perwakilan mahasiswi, Absyah Rhamadina, dengan lugas mengatakan, "Melalui kegiatan PKL ini, kami mendapat banyak pelajaran karena teknologi pertanian terkini ada dan diterapkan di sini." 

"Di sini kami juga jadi bisa menjalin relasi dari berbagai penjuru tanah air," ucapnya.

Ini diamini oleh Viola Ismail. "Sangat seru dan menyenangkan!!" 

Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga diharapkan semakin berkembang melalui kegiatan pendidikan, praktik kerja, dan pengembangan inovasi pertanian.

Sinergi antara perguruan tinggi dan Kementerian Pertanian melalui BBPP Lembang menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang memiliki kompetensi, pengalaman lapangan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, guna mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berkelanjutan.