Kawal Brigade Pangan, Kementan Latih Penyuluh Pertanian Jawa Barat
LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat langkah memperkuat swasembada pangan berkelanjutan dengan memperkuat kapasitas SDM pertanian. Melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian selama 3 hari, 19 – 21 Mei 2026.

Pelatihan dilaksanakan sebanyak 4 angkatan dengan total peserta 164 orang penyuluh pertanian. Dilaksanakan di 5 lokasi berbeda yaitu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Parigi dan Kecamatan Karangtengah Kabupaten Pangandaran, BPP Kecamatan Ciamis dan BPP Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, dan BPP Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern dan berkelanjutan.
"Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas tinggi, dan modernisasi pertanian," tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas serta mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, saat membuka pelatihan di BPP Kecamatan Ciamis, menyampaikan harapannya,"Saya berharap agar pelatihan ini mampu memberi manfaat bagi peserta dan nantinya bagi petani di wilayah binaan masing-masing."
Selama pelatihan, peserta diberikan materi baik teori maupun praktik diantaranya materi Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Peran Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, Manajemen Pengelolaan Brigade Pangan, Pemupukan Berimbang, Penanaman, Pengendalian OPT, Administrasi Kelompok, Penerapan Teknologi Pertanian Modern, Digitalisasi Penyuluhan dan Sistem Informasi Pertanian, Manajemen Pengelolaan Alsintan, Pemeliharaan dan Perawatan Traktor Roda 2, dan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim pada Budidaya Padi.
Pada sesi praktik, penyelenggaraan di BPP Kecamatan Ciamis, fasilitator mengajak peserta mempraktikkan perbanyakan Trichoderma yang berperan sebagai agensia hayati baik untuk pertumbuhan tanaman dan dapat mencegah penyakit pada tanaman. Selain itu juga praktik membuat bioherbisida yang langsung dipraktikkan mampu memangkas gulma yang kerap mengganggu pertumbuhan tanaman yang sedang dibudidayakan.
Sementara itu, penyelenggaraan di BPP Kecamatan Parigi, peserta mempraktikkan cara menerbangkan drone pertanian untuk kegiatan penanaman dan pemupukan, pembuatan irigasi berselang (AWD), dan pengamatan ekosistem padi.
Di lokasi pelatihan lainnya yaitu di BPP Kecamatan Solokan jeruk, peserta mempraktikkan seleksi benih padi dan di BPP Kecamatan Kawali, peserta mempraktikkan pemupukan berimbang.
Salah satu peserta, Deden Fajar Arif, penyuluh pertanian yang bertugas di Kecamatan Ciamis, mengatakan, "Pelatihan ini sangat bermanfaat, akan kami sampaikan kembali kepada petani di wilayah binaan masing-masing".
Pernyataan serupa dari peserta lainnya, Isak Arip Hidayat, dari Pangandaran. "Terima kasih BBPP Lembang dan seluruh fasilitator, pelatihan ini menjadi bekal bagi penyuluh untuk transfer teknologi kepada petani agar petani dapat meningkat produksi dan produktivitasnya serta kesejahteraannya.
Supriyadi, penyuluh pertanian dari Kecamatan Panawangan juga menyampaikan kesannya. "Pelatihan ini bermanfaat sebagai bekal mendampingi petani untuk kemajuan pembangunan pertanian di Indonesia. Semoga ada pelatihan lanjutan untuk memaksimalkan peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani," ujarnya.