Perkuat Keterampilan, Siswa SMK Negeri Dalami Hortikultura di BBPP Lembang

Penguatan kapasitas SDM di sektor pertanian menjadi fokus utama Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa regenerasi petani dan peningkatan kualitas SDM muda merupakan kunci utama mewujudkan ketahanan pangan nasional. "Generasi muda adalah pemegang tongkat estafet pembangunan pertanian. Kita butuh SDM yang terampil, inovatif, dan menguasai teknologi agar pertanian Indonesia semakin maju dan mandiri," ujar Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pentingnya pembelajaran praktik langsung di lapangan bagi para siswa kejuruan. 

"PKL menjadi wadah strategis untuk menjembatani teori di sekolah dengan realita dunia kerja. Kami berkomitmen menyediakan sarana pembelajaran terbaik agar melahirkan SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing," jelas Idha.

Sebanyak enam orang siswa SMK Negeri 4 Garut menyelesaikan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang yang berlangsung selama hampir tiga bulan, terhitung sejak 7 Juli hingga 30 September 2026. 

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan budidaya hortikultura. Selama berada di BBPP Lembang, para siswa ditempatkan di sejumlah area praktik, baik screen maupun lahan terbuka, dengan komoditas yang dipelajari meliputi brokoli, buncis, seledri, melon, dan anggur. Dalam pelaksanaannya, peserta didampingi petugas lapangan untuk mendalami dan membantu memahami kegiatan budidaya di komoditas masing-masing.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para peserta melaksanakan seminar hasil PKL pada 28 September 2026, yang juga dihadiri oleh siswa lainnya yang tengah menjalani program serupa. 

Dalam seminar tersebut, Ridwan, salah satu peserta yang bertugas di lahan brokoli, mempresentasikan seluruh rangkaian proses budidaya yang dipelajarinya, mulai dari tahap persiapan lahan, perawatan, hingga panen. Seminar berjalan interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antar peserta serta pembahasan oleh masing-masing pendamping lapangan.

Dadan, salah seorang pembimbing lapangan yang bertindak sebagai pembahas dalam seminar tersebut, mengapresiasi keaktifan dan dedikasi para siswa. Ia berharap informasi dan keterampilan yang digali selama di lapangan dapat menjadi modal berharga bagi karier mereka kelak. 

Ditemui di akhir seminar, Rafa, peserta yang ditempatkan di screen house melon, mengungkapkan bahwa pengalaman di BBPP Lembang memberikannya kesempatan emas untuk menyerap ilmu secara langsung dari para petugas lapangan dan Widyaiswara. 

Rangkaian PKL ditutup dengan pelepasan resmi peserta pada Jumat (2/10/2026) yang dihadiri oleh perwakilan guru pendamping SMKN 4 Garut. Wafda Nursahid, perwakilan guru menyampaikan apresiasi atas bimbingan dari BBPP Lembang yang tidak hanya memberikan pengayaan materi teknis pertanian, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan mentalitas kerja siswa sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja. 

Melalui kegiatan PKL ini, BBPP Lembang turut berperan dalam memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pertanian secara lebih dekat. Pengalaman praktik di lapangan diharapkan dapat memperkuat keterampilan sekaligus menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian.